Di suatu pagi, pada tahun 1996, ditengah-tengah ruang kelas E 1, diantara barisan meja-meja untuk percobaan perangkat elektronika, guru saya yang sudah beruban tiba-tiba bertanya di depan kelas.
“Apabila anda diruang ini, sebagai siswa lulusan teknik elektronika, kemudian diminta untuk bekerja pada perusahaan bangunan yang sama sekali tidak menyentuh hal-hal yang berkaitan dengan elektronika, apakah anda mau mengerjakan pekerjaan itu ?”
Seisi kelas yang sebelumnya sibuk membaca rumus-rumus rumit tentang gelombang mikro serempak bengong…

5 Januari 2008 pukul 7:47 am
Wah, metode pembuka pikirannya boleh juga.
Memang ada anekdot seperti ini :
Masa depan seorang mahasiswa bisa dilihat dari tingkat akademiknya
Kalau termasuk tinggi kemungkinan besar jadi karyawan, profesional, peneliti.
Kalau agak redah lagi kemungkinan bisa jadi supervisor, diatasnya orang yang lebih tinggi tingkat akademiknya
Lebih rendahnya lagi kemungkinan besar jadi boss.
Alasannya : yang pintar – pintar sibuk urus kuliah, jadinya cuma ngerti yang di kuliahin saja, yang agak pintar bisa jadi supervisor karena ngerti teknis juga ada pergaulan karena tidak melulu ngurus kuliah yang tidak pintar jadi boss karenas sibuk bergaul jadi banyak relasi akhirnya punya proyek dan penghasilan yang banyak hahahaha =))
Btw,
Nice Blog, Keep Writing.
6 Januari 2008 pukul 1:46 pm
terimakasih, tulisan ini banyak berguna, membuka cakrawala berfikir and sounds great.
thanks a lot for all. wassalam.
10 Januari 2008 pukul 8:41 am
makasih pak…atas pengajarannya selama ini
11 Januari 2008 pukul 2:53 pm
Saya jadi ingat masa kuliah dulu, dimana saya kuliah di teknik elektro, sedangkan pekerjaan saya di kontraktor sipil alias ngerjain bangunan, pekerjaan ini saya ambil untuk mencukupi biaya kuliah, alhamdulillah saya bisa tamat dan pekerjaan saya di kontraktor sipil juga lumayan sampai perusahan tempat saya bekerja kena badai krisis moneter. Saya ingat mulai tahun 90 saya bekerja sebagai staff teknik dengan tugas membuat rab dan mengawasi pekerjaan tukang-2 di lapangan sampai saya jadi site manager, klu kita nikmati ternyata asik juga dan semua masalah pekerjaan yang saya hadapi sangat membantu proses perkuliahan saya, dimana saya bisa tahu time schedule secara real di lapangan dan saya bisa memimpin sekian banyak tukang dan mandor, benar-2 asik.
Kalau kita mau berinovasi maka apapun bentuk pekerjaan akan bisa kita nikmati bahkan menjadi hobi, bisa punya banyak staff dan bisa memahami psikologis mereka akan menjadi modal kita buat menghadapi hidup ini, jangan pernah berhenti untuk belajar dan jangan pernah meremehkan orang lain, bahkan orang yg tidak berpendidikan sekalipun.
tanks pak Khalid, jadi ingat masa lalu nih, ha ha ha…..
12 Januari 2008 pukul 3:09 pm
terimah kasih pak.., cerita ini sangat berarti menurut saya, semoga bapa tambah sukses
11 September 2008 pukul 12:17 pm
nasehat yang sama jg pernah saya dapatkan dari beberapa guru di sekolah baik guru elektro maupun guru umum.
cuma sayang……saya tidak sempat di ajar sama Pak Djamal…..beliau keburu pensiun
syukran atas postingannya