Pagi yang cerah di hari ini, rupanya tidak berimbas pada sebuah gedung yang terletak di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, khususnya pada ruang rapat 702 Gedung C Lantai 7.
Sudah beberapa bulan sejak tulisan saya mengenai Pemindahan Jardiknas apakah anugerah atau musibah, serta beberapa kejadian “lucu” pada saat persiapannya, rupanya hari ini mencapai puncaknya…
Sebenarnya, sejak 2 bulan terakhir, komunikasi dan diskusi intensif telah dilaksanakan. Berbagai kegiatan yang sifatnya “joint operational” juga telah dilaksanakan agar pemindahan ini dapat berlangsung dengan baik. Karena semua demi anak bangsa juga.
Namun, seakan mendengar petir yang bersahutan, saya memperoleh informasi “miring” sewaktu dilaksanakan rapat pembahasan persiapan pemindahan yang dilaksanakan pada hari Jumat, tanggal 28 Maret 2008. Kebetulan saya tidak hadir pada saat itu, jadi tidak dapat menulis apa-apa. Apalagi belum dapat notulen rapatnya jadi tidak bisa dikonfirmasi.
Hari ini, Senin, 31 Maret 2008, pukul 10.30 WIB, di ruang rapat 702, Gedung C, Lt. 7 Biro PKLN Setjen Depdiknas, saya memperoleh penjelasan detail dan langsung ikut serta dalam kegiatan jadi bisa langsung menuliskan kondisi nyata yang terjadi saat itu.
Berita “miring” yang terdengar oleh saya adalah, sewaktu rapat para “petinggi”, salah satu permintaan dari Kepala PUSTEKKOM adalah membatasi akses ke ruang data center dan mengunci serta menyerahkan kunci ruangan tersebut kepada Pustekkom. Sehingga hanya orang-orang Pustekkom saja yang dapat memiliki akses kesana.
Kebetulan seluruh tim inti tidak mengikuti rapat, karena kami sedang melaksanakan kegiatan lain di luar kota.
Namun berbeda pada hari ini. Seluruh tim inti Biro PKLN hadir dan mengikuti langsung rapat lanjutan dari kegiatan Jumat tersebut.
Diskusi sudah dimulai dengan cukup “hangat”, yang disebabkan beberapa permintaan “aneh” yang menganggap pelaksanaan rapat ini adalah sebuah investigasi terhadap aset-aset Jardiknas. Padahal sejak awal, seluruh dokumen telah diserahkan dan pengecekan fisik terhadap perangkat secara langsung juga telah dilakukan.
Puncak permasalahan terjadi sewaktu membahas mengenai “penguncian” ruangan tersebut, yang rupanya benar-benar diminta pada rapat sebelumnya.
Permintaan dari tim Pustekkom adalah:
- Perangkat Jardiknas yang sudah ada harus dipindahkan ke kantor Pustekkom yang terletak di Ciputat
- Karena ruangan NOC di Pustekkom belum jadi, maka sementara tetap disimpan pada ruang Data Center di Biro PKLN, selama maksimal 1 (satu) bulan.
- Ruang Data Center yang berada pada Gedung C Lantai 7 Biro PKLN harus dikunci dari luar untuk menjaga keamanan perangkat Jardiknas.
- Kunci harus dipegang oleh tim pustekkom saja
- Apabila tim PKLN hendak memasuki ruangan, harus meminta ijin dan persetujuan dari tim Pustekkom
- Untuk mempermudah pelaksanaan, akan disiapkan 2 orang per-hari dari Pustekkom sebagai petugas piket, diluar hari sabtu dan minggu.
Mendengar permintaan dan syarat-syarat tadi, hanya ada satu kata dalam pikiran saya…yaitu GILA
Ini orang-orang mau kerjasama memajukan bangsa atau mau MERUSAK ?
Apa dasar saya mengatakan hal tersebut ?
- Ruang Data Center tersebut tidak hanya berisi server-server Jardiknas, tetapi juga berisi server Data Pokok Pendidikan (Dapodik) yang sampai sekarang masing ditangani oleh Biro PKLN
- Akses ke ruangan sudah diatur dengan menggunakan sistem sidik jari yang memudahkan di dalam pengelolaan
- Setiap server di dalam ruang data center, telah dibagi-bagi ke dalam rak server sesuai peruntukannya
- Kegiatan di dalam sistem Jardiknas berlangsung 24 jam, termasuk sabtu-minggu
Nah, dari dasar diatas maka muncul berbagai pertanyaan
- Apa hakPustekkom mengunci ruangan yang jelas-jelas milik Biro PKLN ?
- Kalau dikunci, bagaimana dengan kewajiban kami untuk menjaga server Dapodik dan aplikasi diluar Jardiknas apabila terjadi permasalahan yang mengharuskan akses fisik ke server ?
- Kalau mereka menyediakan tim untuk menjaga ruangan, tapi tidak menyiapkan pada hari Sabtu dan Minggu, bagaimana apabila terjadi permasalahan pada hari tersebut ? Lha sehari-hari saja tim mereka munculnya siang kok…
Kejadian ini dapat dianalogikan, seseorang tamu menitip lemari di dalam kamar anda. Di dalam kamar itu juga ada lemari pakaian anda. Kemudian tamu tersebut meminta kunci kamar dan mengharuskan tuan rumah meminta ijin untuk masuk ke dalam kamar apabila hendak memakai pakaiannya sendiri…
Akhirnya, setelah berdebat dengan cukup “panas”, disepakati usulan dari PKLN, bahwa akses ruangan diberikan bersama, namun akses ke masing-masing rak server dipegang sendiri-sendiri.
Melihat kejadian ini…maka sudah semakin yakin bahwa pemindahan Jardiknas ini akan menjadi “Musibah” dan sudah hilang kepercayaan saya terhadap tim Pustekkom.
Selamat menikmati “pengelolaan” Jardiknas, kami akan mundur total dari mengurus Jejaring ini, karena perintah pimpinan mengharuskan demikian.
Biarlah masyarakat yang akan menilai ke depan, siapa yang berkarya…

April 1, 2008 pukul 1:48 am
Solusinya 1 OM ….. PUSTEKKOM suruh beli RANTAI kapal yang panjang+GEMBOK yg gede2….trus rak2 server kunciin dah pake tuh RANTAI kapal + GEMBOK, khan udah di LABELIN sama tulisan “JARDIKNAS”, atau masih kurang aja …. weehhheheh…… dari pada nyuruh JURU KUNCI, cuma untuk jagain tuh rak sama isinya ga kemana2…. (nah loh pustekkom punya tukang kunci juga toh).
Br ngeh saya hari ini, ternyata orang-orang pustekkom ngalor-ngudil di C7 itu cuma ngamatin rak server toh, CUMAN NGAWASIN doank… gitu…..yak ampyunnn……, jangan2 ntar yang si juru kunci cuma bengong ajah di situ ga ngapa2en…..! Tanya om, yg jaga orang yang mau NGELOLA jardiknas atau SATPAM dari pustekkom whehehheh, kao satpam mah…suruh HERMAN ajah ke atas ….
Hari ini udah tanggal 1 ….. berharap bsk “april mop” beneran……
aduh….. di luar huyjan….beycek….mana ga ada oyyyjek….banyak secckyuurityy… :)) (gaya CL)
udah ah om…. tidur aja …. bsk pagi bangun sarapan di sebelah om…..
April 1, 2008 pukul 2:15 am
Yg terzohor Pustekkom…
Itu pustekkom….TUPOKSI-nya mengambil ruangan orang juga’ yah….PUSTEKKOM memang anak Sun..l, tau kenapa ?, Kan kebiasaannya mencuri atau merampok karya dan kerjaannya orang lain, kerjaannya itu dan memang sudah tupoksinya jadi memang pekerjaan utamanya menghalalkan segala cara untuk merampas dan kudeta termasuk tempat orang. Dasar Pustekkom YAHUDI. ..!!, Begitu macet Jardiknasnya…., Siap-siap didemo yah…pasti kenyang demo deh. Kepada LG and the gank yang tersohor..?, Telasota’ Sepanjang Masa…..Semoga Dikau dilaknak oleh Yang maha kuasa….dasar Pejabat Keparat bin Yahudi….Nyesel deh gue’ pilih Pemerintah Jaman SBY kalau gini caranya….Tidak Akan 2x, semoga suatu saat nanti rung tidurmu di ambil orang juga atau barengan tidur sama kamu….alasannya mudah saja…”TUPOKSI” (Tukang Rampok Hak Asasi rakyat Indonesia) by PUSTEKKOM (Pusat Antek-Antek Komunis).
April 1, 2008 pukul 4:30 am
waaaaaaa
ini teh ceritanya berebut peran, berebut kerjaan, atau nyerobot popularitas?
これは、そうです本当に怪しいです。
benar-benar ruang binasa! (壊れたスペース)
Udah deh Kang Khalid, paing lama juga mereka (PUSTEKKOM) bertahan dua tahun. udah itu paling lama banget! aku banyak mengamati kerjaan-kerjaan mereka, semuanya berakhir kurang dari dua tahun, percaya deh. mungkin Kang Khalid perlu membuka “lembaran sejarah” kerjaan-kerjaan mereka.
April 1, 2008 pukul 5:05 am
tunggu aja sampai tender 1 triliun pengadaan computer kelar, jardiknas dibalikin lagi.. sebab dah gak ada duitnya
April 1, 2008 pukul 7:20 am
Ini yang saya takutkan ketika hendak melakukan pemusatan data center. Ketika ego masing masing (departmen atau individu) masih tinggi, yang ada adalah rebutan kunci.
Bagus kalau yang direbutkan adalah tugas dan pekerjaan tapi kalau yang diharapkan hanya proyek dan nama harum/kinclong demi career path.
Selamat bekerja untuk rekan rekan di jardiknas.
April 1, 2008 pukul 7:36 am
oh… halah……….. capek deh…..
Pak-pak yang terhormat yang ada di pustekom, yang pinter-pinter, yang berwawasan luas, yang memikirkan kemajuan Pendidikan di Negara Republik Indonesia…..
Kok begitu sih……. kami ini masyarakat bawah yang peduli dengan kemajuan pendidikan dan tekhnologi informasi di Indonesia sudah merasa sangat bersyukur dengan adanya jardiknas. Pemberdayaan IT di dunia pendidikan di tingkat bawah sudah mulai berjalan dengan pelan tapi penuh dengan kepastian. Banyak sekolah yang yang ingin terkoneksi dengan internet tapi mengingat biaya yang mahal tidak bisa terkoneksi. Tetapi dengan adanya JARDIKNAS di bawah Komando Bapak Kholid Mustafa yang terhormat, keinginan koneksi internet dapat didapat, walaupun belum semua. Tetapi dengan program kerja yang jelas dari Bapak Khalid Mustafa dan TIM-nya, kami kalangan bawah optimis rencana kerja dari Biro PKLN akan terwujud.
Tapi mendengar hal itu.. oh… hati ini menangis… NELONGSO………
Bapak Khalid Mustafa dan TIM-nya sudah “ADUS KRINGET”, sudah bekerja keras membangun dan mengembangkan JARDIKNAS dengan harapan terwujudnya kemajuan pendidikan dan tekhnologi informasi di Indonesia, tapi ….. OOOO alah…. ramane …….
priben ki…. Apakah “JARDIKNAS” akan “TAMAT”. (mudah-mudahan tidak)…..
Bapak Kholid Mustafa yang terhormat kita Bangsa Indonesia adalah bangsa yang beriman . Alloh SWT tahu setiap makhluk ciptaannya .. sampai ke dalam maksud dan tujuan serta niat yang ada di di dalam hati manusia. Jika kita IKHLAS kita pasti akan mendapat balasan yang besar dari Alloh SWT, tapi jika kita tidak ikhlas, ingat siksa Alloh teramat pedih… ( eh.. sok jadi kyai, gak papa lah).
Jika Tim pustekom “IKHLAS” tidak ada tendensi apa-apa, tidak ada tujuan lain selain “MEMAJUKAN PENDIDIKAN DAN TEKHNOLOGI INFORMASI DI INDONESIA” merekapun akan mendapat balasan yang setimpal dari Alloh SWT. Gitu kan Pak Khalid……. dan kita pun sama-sama siap membantu..
Tapi kalo PUSTEKOM awalnya sudah menunjukan “KESERAKAHAN”seperti itu…. . oh.. Ya Alloh berilah kekuatan.. kepada kami bangsa Indonesia…….. mudah-mudahan “UANG RAKYAT” yang digunakan untuk pembangunan JARDIKNAS yang sudah terealisasi tidak akan “MUBAH/MUBADZIR” dan yang belum, mudah-mudahan dapat dibelanjakan sesuai dengan posnya masing-masing sehingga benar-benar kembali ke Rakyat Indonesia.
Amien…. yaaa robbal ‘alamiin….
April 1, 2008 pukul 8:16 am
kalau jardiknas akan hancur, biarlah hancur (semoga tidak demikian), tapi dapodik jangan. mari kita galang kebersamaan untuk menjaga dapodik tetap tegak. kita cari solusi koneksi lain selain jardiknas, misalnya menggunakan speedy. salam…
April 1, 2008 pukul 9:01 am
yuk yuk bikin lagi yang baru, kita liat, apa direbut juga? hihihihi biar aja mereka jadi kebanyakan kerjaan
April 1, 2008 pukul 9:06 am
Jangan berfikir jelek dulu tentang pustekkom. Mungkin saja pustekkom bertindak seperti itu di kawatirkan terjadi sesuatu dengan server jardiknas yang mana pihak BPKLN BISA BERBUAT SEMAUNYA terhadap server diruangannya maka dari itu perlu 2 pihak yang harus mengawasinya. Mari kita berpikir yang RASIONAL dan masuk di akal demi bangsa jangan punya pemikiran yang lain. Sebenarnya DAPODIK pun bukan wewenang BPKLN pasti suatu saat akan ditarik yang berhak bertanggung jawab sesuai TUPOKSI dan PERMEN DIKNAS. Justru saudara Khalid dan teman - teman Data Center BPKLN harus berfikir lagi nasibnya. OK
April 1, 2008 pukul 9:08 am
kalau seperti itu pak, secara otomatis kami juga tidak punya hak lagi dong untuk mengurusi jardiknas di daerah karena kami merupakan pendamping yang di sk-kan oleh PKLN, Dan itu membuat kami lebih senang dong pak hehehehe selamat bertugas pustekom dengan segala kesombongan dan keangkuhanmu
April 1, 2008 pukul 9:17 am
turut berduka cita saja…
April 1, 2008 pukul 9:19 am
Jangan pernah sesaLi apa yang sudah terjadi. aLLah pasti akan berikan yang terbaik untuk umatnya, karena aLLah maha pengasih lagi maha penyayang.
Kita Lihat saja apa yang akan terjadi esok hari.
April 1, 2008 pukul 10:00 am
kenapa yang nama nya program pemerintah selalu berjalan dengan pertempuran di balik layar ………………….
ZZZZZZZZZZZzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzz…………………………….
kapan majunya anak bangsa ……………..bah………
kenapasih tidak saling mendukung satu sama lain ……………
kalo bisa saling mendukungnya tuh dengan ikhlas…………….jangan memikir harus mendapatkan balas jasa yang tiada beda antar kedua pihak……….
kalo bekerjasama dengan ikhlas kan bisa membuat kehidupan yang lebih baik.
pesan bagi bapak bapak pengurus jardiknas baik yang lama maupun yang baru
tolonglah bekerja sama karena jardiknas adalah masadepan yang mungkin bisa membuat negara kita bisa maju, lebih terdepan dari negara lain.karena ini adalah aset bagi anak bangsa
masa bapak bapak sekalian tega melihat keturunan dari bangsa indonesia terpuruk diantara manusia lain di belahan negara lain di dunia ini hanya gara gara perdebatan yang menurut saya tiada guna (di sisi ilmu)
apasih salahnya kalo saling memberi pengertian, membagi ilmu, berbagi tempat, dan berbagi hati diantara sesama. demi masa depan bangsa dan negara sendiri
ingat pak orang yang saling berbagi akan mendapatkan anugrah yang tak terbatas yang di limpahkan tuhan kepada hambanya
semoga jardiknas bisa maju dengan sukses untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dan negara.
April 1, 2008 pukul 10:04 am
betapa sedih dan menderita bibit bibit bangsa jika dia mengerti permasalahan ini
April 1, 2008 pukul 10:07 am
orang yang mempunyai ilmu tinggi pasti lebih mengunakan akal sehatnya untuk berfikir lebih mengutamakan kepentingan publik dari pada kepentingan kelompok dan diri sendiri
April 1, 2008 pukul 10:25 am
Seleksi alam akan mebuktikan hwo’s the winner, kita lihat aja apakah pustekkom akan mampu melawan suara arus bawah sebagai ujung tombak Jardiknas di daerah dan kabupaten/kota se indonesia. yang pasti kami dari arus bawah TIDAK akan respek kepada Pustekkom setelah membaca dengan seksama keterangan Bapak terhadap “Arogansi” pustekkom atas pengelolaan secara menyeluruh Jardiknas kita yang tercinta ini. Keep Fighting pak, kami selalu ada bersama anda dan kawan-kawan PKLN..
April 1, 2008 pukul 10:27 am
Memang kalo menyangkut soal pemerintahan itu pasti ada perebutan..keapa ya ..Orang indonesia ini tidak ada rasa kesadaran dan persatuan……baru selangkah Program JARDIKNAS ini, Ko udah 100 langkah Untuk mengarah kehancuran..Kok bisaya…Padahalkan Keterbukaan itukan lebih bagus daripada yang diam2…. memang Belanda Itu Udah Mati di negri Kita,Namun Setanya masi Bergentayangan Di Negri kita…Majuterus DUNIA PENDIDIKAN…..mari Mengabdi Pada Negara Demi Terwujudnya Pendidikan yang handal Di Negerikita,Biarkanlah…Setan belanda yang selaluh membuat onar..Asalkan Pendidikan Kita jangan Dimakan lagi…Demi kepentingan Kelompok….SALAM JARDIKANS MAJU TERUS SUKSES SELALU………
April 1, 2008 pukul 10:55 am
Do you know … itu perangkat belinya pake duit gw, emak gw, temen gw, musuh gw, partner gw, yang rajin bayar pajak. sekarang cuaman jadi sampah hasil tukar guling dengan keringat dan kekayaan alam Indonesia.
Pernah gak sih ada yang mikir. kalo selama ini kita ekspor suber daya alam (kayu, ikan, CPO, dll) dan duitnya dipake impor teknologi yang nantinya bakal jadi besi tua, dan kita akhirnya hanya bisa gigit besi berkarat.
btw. gw masih makan nasi. tapi sayangnya sawah moyang gw udah jadi WTC …
April 1, 2008 pukul 11:04 am
Memang perlu kedewasaan untuk menyikapi ini, dan pandangan yang obyektif. Dari tulisan Pak Khalid, seakan-akan PUSTEKOM itu seperti departemen kolot, egois dan mandul, pa bila ini benar, kayaknya Pemerintah bersama DRP harus melihat lagi kesesuaian orang-oang yang di tempatkan di PUSTEKOM dengan TUPOKSI yang ada. Kalau memang tidak sepadan, ya rekrut orang baru lah!!! Banyak anak bangsa yang siap menggantikan, yang idealis dan punya keinginan maju bukan, politis dan mata duitan.
Kedepan, JARDIKNAS harus tetap eksis, apapun alasannya, JARDIKNAS adalah kemajuan penting dunia IT di Indonesia, kalau ini buyar hanya karena kepentingan sekelompok orang, IT Indonesia mau di bawa ke mana? kurang cukupkah kita di cap oleh didunia sebagai negara dengan pembajakn software terbesar? tidak malukah kita dengan negara ASEAN lain? padahal Bapak kita sudah mewakili di SEAMOLEC
April 1, 2008 pukul 11:13 am
PUSTEKOM itu anak mana sih? di makassar ada g?kalau ada ICT makassar anti PUSTEKOM.suruh aja kelaut semua itu anak pustekom…..
April 1, 2008 pukul 11:18 am
Sesuai dengan kebijakan dari Departemen Pendidikan Nasional, bahwa mulai tahun 2008 program Jardiknas ini akan dikelola oleh Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan (Pustekkom). Berkenaan dengan hal tersebut, kami informasikan bahwa mulai tanggal 1 April 2008 secara resmi Jardiknas akan dikelola oleh Pustekkom. Dengan demikian maka pengelolaan Jardiknas yang meliputi: pengembangan, perbaikan, operasional, perawatan dan dukungan teknis akan dilaksanakan oleh Tim Jardiknas yang baru dari Pustekkom ( Ya Allah, tunjukanlah jalan yang Engkau ridhoi kepada para pemimpin kami dan jauhkanlah mereka dari jalan yang sesat, sucikanlah hati mereka dari prasangka yang buruk. Semoga kelak jardiknas ke depan dapat lebih baik dari sebelumnya
Amin )
April 1, 2008 pukul 11:29 am
Teruslah berkarya pak… masih banyak orang yang membutuhkan jiwa-jiwa pembangun… semoga mrk bnr2 ingin memajukan jardiknas…karna sebagai mahasiswa, saya juga ingin maju.. dan berkaca dari pengalaman yang lalu bukanlah suatu hal mudah untuk dapat memegang peran sebagai “manager” dari jardiknas itu dengan lahan kerja yang luas.. mdh2an mereka bsa menjaga, memelihara, bahkan memajukan Jardiknas itu sendiri, demi anak bangsa… selalu berpikir positif itu baik.. namun memang tak ada salahnya untuk memikirkan sisi negativ segala sesuatu…
Jayalah Jardiknas… kau selalu dihati dan dinanti….:)
April 1, 2008 pukul 11:42 am
Ikut berduka cita.
http://indramgl.wordpress.com
April 1, 2008 pukul 11:58 am
sabar ya pak
April 1, 2008 pukul 12:45 pm
memang sedih, hiks… saya nangis dulu… memang kalo makan sesuatu tapi gak ikut masak, masakannya cuma terasa nikmat pada saat dimakan aja, tapi kalo sudah masuk perut, ya rasanya sama saja… nah loh… hubungan ama jardiknas apa negh, hehehe… saya dulu pernah buka pintu data center lho… pernah pipis di toiletnya disana, dan pernah liat orang maen game disana, hehehehe… gak tau kalo sekarang… setelah digembok…
@upika: bener mbak, ayo buat lagi… ntar kita ‘kasih’ kerjaannya ke orang lain, kita kan founder fathers ™… hehehehe….
April 1, 2008 pukul 12:58 pm
Gak ngerti harus komentar apa….
April 1, 2008 pukul 2:35 pm
Kami mendukung Jardiknas
April 1, 2008 pukul 2:38 pm
Mas biasa tuh PUSTEKOM iri dengan kinerja JARDIKNAS yang udah keliatan hasilnya, mungkin maunya sih PUSTEKOM numpang keren tuh… menyebalkan!!! Terus maju JARDIKNAS, lawan penindasan!!!
April 1, 2008 pukul 3:00 pm
Apa karena ada perubahan pemimpin trs jd ada perombakan semau yah?
April 1, 2008 pukul 3:36 pm
Ya biasa lah.
Intensitas kepentingan itu sebanding dengan jumlah kepala dan jumlah projek.
Ini menunjukkan bahwa nilai projek di sini ruar biasa tinggi, sehingga ada pihak lain yang menginginkannya. Tentu saja pihak lain juga tidak asal menyerobot. Pasti ada akumulasi persoalan yang selama ini dipendam oleh kedua belah pihak. Sementara itu aksi ini hanyalah merupakan letupan dari akumulasi kecil-kecil yang dahulunya tidak (sempat) tersalurkan sebagaimana mestinya.
Saya sebagai pihak luar merasakan kok seperti itu ya pengelolaan sesuatu yang penting di negeri ini. Jangan-jangan ada kasus serupa seperti ini yang jumlahnya banyak sekali hanya saja orang malu untuk mengangkatnya. Sementara itu, kasus yang terangkat ini memang diangkat oleh orang yang tidak malu mengangkatnya sehingga terangkat ke publik. Yang rugi siapa? Semuanya rugi.
Kenapa rugi? Ya jelas rugi donk. Ini kan sebenarnya masalah internal. Kok dipublikasikan ke publik sampai anak kecil aja jadi tahu.
Memang kita semua ini generasi gombal!
April 1, 2008 pukul 3:46 pm
capek deh….
April 1, 2008 pukul 5:10 pm
Pak Khalid dkk. mohon tetap aktif di milis ya…., kita pantau bersama tim jardiknasnya Pustekkom, ntar kalo mereka hanya merusak kita gebuk beramai-ramai….
April 1, 2008 pukul 5:30 pm
Ah, tanyaken….apa
April 1, 2008 pukul 8:28 pm
Saya,
Pria sederhana ini
Ingin mengutip ungkapan bahwa :
DALAM HIDUP INI TIDAK ADA YANG FINAL
SEMUA MASIH MUNGKIN BERUBAH
UNTUK BAIK KITA TIDAK USAH MENJELEK-JELEKKAN ORANG LAIN
Memang,
APABILA KITA BERSUNGGUH-SUNGGUH INGIN MEMAJUKAN NEGERI INDONESIA TERCINTA INI
KITA SERING HARUS MENGHELA NAFAS PANJANG DAN MENGELUS DADA
KARENA AKAN SELALU SAJA ADA
PIHAK-PIHAK YANG TAK RELA BANGSANYA MAJU
DAN BERPRESTASI
SALAM PRIHATIN
TETAPI,
BUKANKAH MASIH BANYAK CARA
UNTUK MEMAJUKAN BANGASA INI
SALAM KEMUNGKINAN
HORMAT SAYA
ILYAS AFSOH
MARKETER LBB BCC SURABAYA / 031 75 22 189
April 1, 2008 pukul 9:37 pm
kok bisa begitu ya? tanya kenapa?
April 1, 2008 pukul 9:55 pm
walah..berebut lahan kah ini?…..sorry klo salah….
April 2, 2008 pukul 12:17 am
Kunci Ruangan IDC..?
Kalau aku ta’ kasi semua kunci…..mulai dari kunci nomor satu sampai kunci inggris…. Dasar Tupoksi Ngawurrrr…..
April 2, 2008 pukul 2:19 am
Wah lumayan neh, ganti pengelola ganti admin dong hehehehe. Bisa nyoba2 lagi ah ngehack server2 di jardiknas yang belum pernah berhasil aku tembus sebelumnya he he he ….
April 2, 2008 pukul 5:17 am
Semoga Kuburan Orang2 yg Kerja di PUSTEKKOM tidak diambil
April 2, 2008 pukul 5:28 am
Kahlid JANGAN2 DAPODIK AKAN DI KUDETA OLEH BALITBANK…… BIASA IKUT JEJAK PUSTEKKOM. POKOKNYA SEMUA YG BAGUS2 DI KUDETA SEMUA………. DASAR OTAK UDANG
April 2, 2008 pukul 5:39 am
Ya begitu deh kelihatannya…dapodik diambil Balitbang coz bertahun2 mendata data pendidikan gak pernah sampe 90 % kan…..Dapodik udah 90%, kan asik thoh…gak usah kerja tinggal sikat aja…pake dalil tupoksi lagi ke DPR….trus pustkamamaya juga ntar disikat sama perpus depdiknas….sikat semua om…kan semuanya untuk anak bangsa….fiuuuhhh….Semoga Allah menunjuki jalan yang benar utk bangsa ini….Amin
April 2, 2008 pukul 5:46 am
awas lu pimpinan pustekkom n antek2nya, kalo jardiknas gak jalan bagus kayak di BPLKN, dari Bima ntb gue samperin lu ke jakarta n gua culik satu2, jangan bangga dengan mencaplok hasil karya orang lain. Dasar idiottttt
April 2, 2008 pukul 10:09 am
saya sebagai pengamat mungkin hanya melihat secara objectif. Kalo menurut saya instansi pemerintah harus bekerja sesuai dengan tupoksi masing-masing. apa yg terjadi di Biro PKLN itu mungkin dampak dari perbaikan manajemen instansi pemerintah.
Mungkin dilihat positifnya aja, selain sbg koreksi untuk Biro PKLN untuk berkarya sesuai dengan tusinya tapi juga menyatukan kembali fungsi dari semua instansi diknas.
saya rasa temen2 di Biro PKLN akan sangat bangga jika karyanya bisa membantu banyak teman dan digunakan sebagai mana mestinya. Kl masalh data dapodik saya rasa memang seharusnya ada di balitbang or PSP. Gimana kalo temen2 PKLN lebih fokus untuk program sesuai tusi PKLN???tentu saja yg lebih spektakuler, ya ga????
April 2, 2008 pukul 12:15 pm
Gelo bgt tuh pustekkom ya… Jgn gitu dong…
April 2, 2008 pukul 4:45 pm
Harapan saya:
Bagi anda Tim Jardiknas “Tereliminasi” bila memang anda mengatas namakan kemajuan pendidikan Indonesia, dengan pemindahan ini anda harusnya mendukung Tim Jardiknas “Terpilih” dengan begitu Jardiknas akan lebih maju dan nama-nama anda akan dikenal sebagai pencetus Jardiknas.
Bagi anda Tim Jardiknas “Terpilih” kurangilah sikap arogan anda karena Jardiknas ada dicetus dan dirintis oleh Tim Jardiknas “Tereliminasi”.
Bagi anda para komentator ngawur jangan “SOK TAU dan SOK GALAK” (kalian hanyalah BANCI KALENG) dateng saja ke PKLN or Pustekkom bilang secara langsung.
Atau saya melihat dari perkembangan transisi Jardiknas ini jangan-jangan para “MAFIA KORUPSI” yang menjadi terusik atau akan merasa kehilangan lahan “KORUPSI”nya yang akan berimbas kepada kelangsungan hidup Jardiknas.
Saran saya bagaimana kalau kita libatkan KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) Republik Indonesia dan External Auditor di bidang IT agar mengaudit dan mengawasi Jardiknas dari awal (masa PKLN) sampai masa depan (Pustekkom) sehingga Jardiknas tidak punah.
Terima Kasih. (dukung dan beri komentar bila anda setuju dengan saran saya)
April 2, 2008 pukul 5:17 pm
Buat nickname pangamat:
Anda hanyalah pengamat amatiran karena belum membaca posting-posting om khalid sebelum-sebelumnya. Saya menyimpulkan ada alasan lain yang tidak hanya sekedarr “tupoksi” dibalik pengalihan jardiknas ke pustekom. silahkan baca tulisan2 sebelumnya.
April 3, 2008 pukul 6:45 am
[...] Pembubaran Tim Jardiknas Biro PKLN Sesuai dengan hasil kesepakatan mengenai pemindahan pengelolaan Jardiknas, dari Biro PKLN ke Pustekkom maka pada tanggal 1 April [...]
April 3, 2008 pukul 6:50 am
musibah terjadi pagi ini,
ketika saya monitoring netmon jardiknas pagi ini 4 april 2008, kebanyakan akses juniper jawa tengah down semua
server2 juga dak bisa diakses.
belum ada seminggu jardiknas sudah serasa “kembang kempis” seperti mau kehabisan tenaga. tapi banyak kempisnya dari pada kembangnya
semoga tim pustekom tidak “cuek” dengan musibah ini, agar tidak mubadzir infrastruktur yg sudah dibangun rekan2 tim jardiknas BPKLN kemarin.
terimakasih bang khalid atas bantuan di jardiknas selama ini, selamat bertugas di “tupoksi” yang baru
April 3, 2008 pukul 9:10 am
Sebenarnya semua sama-sama berniat baik, baik dari pustekom maupun dari bpkln yaitu untuk mengembangkan Jardiknas. Langkah yg paling bijak dalam melihat permasalahan adalah tidak saling menyalahkan, tidak merasa yang paling benar (berjasa), bersikap khuzdnudzon. Itulah sikap yang lebih menyelamatkan. Apa gak malu kalau posting ini dibaca oleh masyarakat luas, hanya karena isinya sikap2 yang kurang dewasa, tidak bijak dan tiada menyelesaikan masalah dan itu artinya membuka aib kita sendiri. Semoga semua pihak bisa saling bekerja sama dengan niatan yang tulus untuk memajukan negeri ini menjadi lebih baik, tanpa prasangka dan pura-pura. Amin
April 3, 2008 pukul 6:43 pm
Kadang perlu tidak mengikuti filosofi mikul duwur mendam njero. Dengan postingan mas khalid ini setidaknya kita jadi tahu kondisi sebenarnya. Kalopun tulis mas khalid ada kekeliruan harusnya pihak Pustekom juga buat tulisan juga untuk klarifikasi kalo memang tidak benar. Kalo pihak pustekom tidak ada klarifikasi maka sementara ini dapat disimpulkan apa yang disampaikan oleh mas khalid adalah benar adanya.
Hal ini dapat menjadi pelajaran bagi berbagai pihak khususnya di lingkungan birokrasi departemen pemerintahan. Bisa jadi kasus2 seperti ini juga terjadi di departemen lain namun off the record.
Teruskan mas khalid tulisan2 anda membuka mata kami yang selama ini hanya dengar2 gosip saja. Dan saya salut akan keberanian anda menulis dengan apa adanya dan terkesan tidak takut kepada pihak-pihak lain.
April 3, 2008 pukul 9:18 pm
Setelah kita menyimak berita terbaru ini, yang mengoncangkan 1 April di Negri Nusantara ini, Negri yang haus membutuhkan pendidikan,
Bukan suatu mustahil…JARDIKNAS Berkembang, Di seluruh penjuruh wilayah indonesia Mencetuskan program ini. adalah mereka orang-orang yang mendapat Ridho dari Allah SWT dengan ridho itu mereka mencapai tingkat keprofesional mereka dalam Mencetuskan JEJARING PENDIDIKAN NASIONAL……
Dimanakah Para Pejuang KIta itu….?Yang peduli dengan ANAK Bangsa….?
Akanka Kepedulian pendidikan Itu Akan Berakhir.Atau Bubar begitu saja…?
Akankah kepedulian pendidikan itu akan kembali sukses ?
Kapan berakhir Penindasan pendidikan Di Negri kita..?
Dimana kepedulian pendidikan Para Petingi-Petinggi Negara kita…?
Akankah Berakhir JARDIKNAS ini….?
Salam kenal Pk.Khalid Mustafa Sya Rekan dari mahasiswa D3 TKJ,Bangga dengan tindakan bapak Menulis Sebuah Catatan kecil, yang pada intinya mengupas perjuanggan …..JARDIKNAS…..
Wahlahuwalam…….
April 3, 2008 pukul 9:41 pm
UCAPAN TERIMA KASIH
Kepada Seluruh PERINTIS,PENCETUS JEJARINFG PENDIDIKAN NASIONAL
Perlu Kitah ketahui Semua, bahwa para pejuang-pejuang kita yang Ihklas bawasanya.Mereka mampu mencetuskan bibit-bibit anak bangsa, sahut saja D3 TKJ mahasiswa jardiknas yang menjadi ujung tombak dimasa depan,
Ucapan terima kasih dari kami mahasiswa D3 tkj jardiknas
kepada para pencetus Program Ini…
Berbangalah Para pejuang kami, kami akan mengenang perjuanganmu
Salam Sukseskami Dari Mahasiswa D3 TKJ……Terima kasih Juga Sama Bpk.khalid Mustafa,
Dengan Kepolosan Bpk.Menulis sebuah catatan kecil.dengan penuh kepolosan dan terbuka apa adanya….
Pk.Khalid Kalo buat Bpk memang Ini adalah sebuah catatan kecil
namun isinya adalah …………….Sebuah Catatan Penting…………………….
April 5, 2008 pukul 10:06 am
sabar… teman-teman…
kami tdk akan pernah diam kalau begini kondisinya, Pustekkom kapan bikin ulah macam macam nanti aku embat…sekarang aku masih sabar lihat pustekkom baru mengelola jardiknas kayak ulat bulu ber- jalan
April 5, 2008 pukul 10:28 am
Terakhir aku menginjakan kaki di PUSTEKKOM saat diklat TVe tahun 2006 ??
waktu itu cukup bising kami praktek latihan membuat / shooting mini film durasi 15 menit karena ADA PEMBANGUNAN GEDUNG BARU PUUSTEKKOM di barat gedung lama…..
Aku membayangkan kemajuan teknolgi yang akan di miliki pustekkom tatkala masu gedung baru yang megah itu…..dan insya Allah akan di ikuti juga dengan perkembangan sikap kerja pegawainya yang mulai kelelahan dengan program kerja pustekkom dengan bayak tour ke seluruh indonesia . Indonesia di bangun tetapi bukan sebagai ONE MEN SHOW ……. Luas wilayah kita mesti di kelola dengan membangun kerjasama dengan semua tenaga yang tersebar dan dengan jiwa tanpa pamrih membangun sistim sehingga tercipta jejaring yang luas……
Nah pihak pustekkom memang selama ini sudah terbiasa kerja antara 18 jam s/d 24 jam tetapi hanya berurasi untuk lima hari kerja …..sementara JARDIKNAS ini kita bangun selama 24 jam full day, full week and no vacancy ….
Mereka harus mau mengikuti pola kita JARDIKNAS TEAM WORK dan klo gak sanggup serahkan DEH KEMBALI PENGELOLAAN NYA KE OPERATOR ASLINYA…..
Semenit JARDIKNAS OFF SELURUH INDONESIA KIAMAT INTERNET …. APALAGI HARI LIBUR DI JADIKAN ALASAN TDK MENGERTI ADA GANGGUAN ……….????
Waaaah ………………
April 8, 2008 pukul 6:05 pm
Pak Khalid, sepertinya beberapa postigan bapak tetang jardiknas dan pustekkom telah menghasilkan komen-komen yang kurang elok dari komunitas blog ini. dan ii tentu kurang baik akibatnya. ya bagi BKLN, PUstekkom, jardiknas dan ama bapak sendiri. Pak khalid sdah berhasil membuat banyak orang ikut sentime terhadap Pustekkom. Padahal tidak semua mereka tahu persis masalahya. Pak Khalid, saat ini anda kan jadi orang yang cukup penting di jardikas(seamolec?). Tlisan-tulisan Bapak banyak yang mbaca. Bapak harus makin bijak dan hati hati ketika membuat tulisan. Jangan ada kesan iri karena kehilagan sesuatu (saya percaya pak khalid tidak begitu). Ada beberapa ugkapan bapak yang memang bisa terbaca iri, tidak rela dan agak emosional. jadi orang penting nggak boleh begitu. Segera sambung silaturahmi dengan orang Pustekkom. saya yakin tak semua orang Pustekkom sejelek seperti yang bapak gambarkan (mudah2an, saya juga belum tahu persis). Siapa tahu suatu saat nanti Bapak memerlukan bantuan dan kerjasama Pustekkom untuk mesukseskan tugas-tugas baru bapak di seamolec. Saya ikut sedih kalo bapak ikut (atau malah penyebab) orang -orang yang berpkir sempit dan sesaat. Jangan tebarkan kebencian diantara kita yang sama -sama ingin pendidikan maju. Sayag kalo orang-orang yang selama ini bersimpati dan “mendukung” bapak lewat komentar2nya di blog ini, lama lama meghilang gara-gara bapak jadi tukang kompor. Ini saran, tulus. Salam hormat. Anto
April 8, 2008 pukul 9:20 pm
hehehe, makasih telah diingatkan mas anto.
Blog ini bagi saya adah tumpahan rasa dan pikiran. Ini ibarat sebuah buku diary yang berisi semua isi pikiran saya. Jadi memang setiap tulisan akan sangat menggambarkan kondisi emosi dan perasaan saya saat itu.
Seperti yang sudah saya sampaikan di berbagai milis, dan seperti yang teman-teman yg sudah kenal saya sejak lama, saya orangnya blak-blakan. Kalau tidak suka, saya akan bilang tidak suka. Kalau jelek, saya akan bilang jelek, apapun akibatnya. Dan semua pasti saya ungkapkan dengan alasan dan penjelasan tertentu.
Terus terang, saya tidak menyalahkan pustekkom sebagai lembaga. Tujuan Pustekkom itu amat mulia. Juga tim teknis Pustekkom saat ini adalah korban. Yang masalah disana adalah “oknum” yang kebetulan memegang kebijakan luar biasa besar.
Pada saat rapat yang saya tuliskan disini. Tampak jelas bahwa apa yang diminta itu juga tidak masuk akal bagi seluruh tim Pustekkom yang hadir, tetapi karena alasan “melaksanakan perintah”, jadinya mereka tidak bisa berbuat apa-apa.
Kalau saja…sekali lagi..kalau saja anda semua hadir saat itu, dan merasakan atmosfir rapat…pasti akan merasakan kondisi dibalik tulisan ini.
Insya Allah saya tidak akan menjadi tukang kompor keburukan. Tapi kalau ada yang salah, dan itu memang terbukti salah, saya akan tetap menuliskan apa adanya.
Saya menulis blog bukan mencari simpati dan dukungan. Saya tidak butuh itu semua. Yang saya butuhkan cuman Ridha dari Yang Di Atas. Dan sebagai sarana ungkapan hati nurani saya yang paling dalam.
Masalah sambung silaturrahmi, akan saya jalankan berdasarkan Tupoksi dan pekerjaan. Sekarang harus berhati-hati dalam bertindak, karena sedikit saja salah, dianggap melanggar “tupoksi”
April 9, 2008 pukul 9:54 am
Salam..
Disinilah perlunya wisdom dalam berkiprah pada komunitas publik..
Saya jadi inget dulu pas saya sering ikut demonstrasi…
Ibarat Orang berkerumun dalam jumlah besar, jika ada provokatornya..
Orang bodoh dan tak tahu apa-apa pun bisa langsung maen hantam dan pecahkan jendela, atau bahkan rusak fasilitas umum laiinya..
Karena mendengar hasutan dan informasi yang sudah didesain sedemikian rupa..
Jika ada aparat saat itu harusnya si provokatror tersebut langsung bisa diamankan supaya tidak menimbulkan efek yang semakin luas..
siapa yang akan disalahkan kalau sudah begitu kejadiannya..
Namun ini lah untungnya dunia maya..
He..he..
Undang-undangnya kan belom jelas..
setiap orang masih bisa bebas berekspresi dalam berbagai hal..
Sebagai Sebuah catatan kecil..
Mari kita saling intropeksi diri lah..
Malu kalau inget ternyata yang berkecimpung dalam blog ini adalah komunitas pendidikan…
dimana value dan norma itu jadi ukurannya..
bukan proyek apalagi keuntungan pribadi…
salam..
April 12, 2008 pukul 7:18 pm
Mungkin ini adalah permintaan yang kurang bijak menurut saya, akan tetapi sebaiknya tim Pustekom tidak melakukan hal yang demikian…. Akan tetapi mendukung Biro PKLN yang telah membangun Jardinas dengan susah payah, sebaiknya Tim Pustekom men-support Jardiknas dengan kebijakkan dan kekuatan yang Anda punya……
Jangan hanya karena mentang2 TOPUKSI nya, sehingga menjadi sebuah kekuatan hukum untuk mengambil alih pengelolaan Jardiknas berserta perangkatnya….
Menurut kacamata saya, Jardiknas adalah sebuah program impian yang mungkin sulit dikembangkan dan diterapkan, akan tetapi dengan adanya koordinasi daya dan upaya tim Jardiknas Biro PKLN yang dimotori Sang Kepala Biro PKLN x-Dir. Dikmenjur. Jardiknas bisa ada dan berdiri walaupun banyak godaan dan rintangan yang menghalagi. Jardiknas susah payah dikembangkan oleh tim Jardknas yang terdiri dari Tim Dikmenjur + Tim Jardiknas PKLN.
Jardiknas telah dinikamti oleh hampir semua kalangan pendidikan di Indonesia, walaupun masih banyak kalangan pendidikan yang blm menikmatinya…. Tp dengan Jardiknas kalangan pendidikan Indonesia Timur telah melek akan dengan Teknologi Informasi.
Konten Jardiknas yang menurut saya paling unggul adalah Dapodik “Data Pokok Kependidikan” ini merukan konten Gila, dmn dalam situs ini termuat data siswa se-Indonesia Raya. Suatu konsep yang cemerlang. Semoga Dapodik tetap eksis demi kemajuan dunia pendidikan Indonesia.
Selain itu dalam program Jardiknas ada yang namanya D3 Teknisi Jardiknas, yang diperuntukkan untuk menciptakan tenaga Teknisi Jardiknas yang handal guna menjaga koneksi Jardiknas di 1104 titik di Indonesia…..
Dengan ini kami ingin memberi suatu gambaran kepada Tim Pustekom, mohon kiranya untuk dapat menjaga kestabilan koneksi Jardiknas untuk selamanya….
Karena Jardiknas adalah suatu alat untuk memajukan dunia pendidikan di Indonesia, Jardiknas telah Anda “Pustekom” ambil alih pengelolaannya, tolong jaga amanat anak bangsa yang ingin maju……
Jauh kan dari kepentingan Politik dan pribadi. Saya yakin Seorang Kepala Pustekom juga mempunyai seorang anak atau keluarga yang masih duduk dibangku sekolah……
Kalo Anda sayang dengan keluarga, jangan biarkan Jardiknas menjadi kepentingan POLITIK/PRIBADI……… Majukan Jardiknas demi kepentingan Pendidikan Indonesia dimasa mendatang
Semoga aspirasi ini bisa dibaca oleh orang banyak…..
Salam Jardiknas Perjuangan……………………………….
April 13, 2008 pukul 5:22 pm
saya mengeluh tentang Pendidikan di indonesia
Saya Sendiri siswa sma yang terancam tidak naik ke kelas 3
karena saya kurang mengerti arti dari pendidikan ini
sebenarnya semakin lama sistem pendidikan ini makin terpuruk
bukan nya saya meledek ataw apa namun kenyataan nya spt itu
saya tiba2 di hadapkan dengan sistem yang asing
dan setiap guru memiliki pendapat yang berbeda2
ada yang memasukan nilai tugas saja dan ada yang memasukan ulangan saja
dan ada yang memasukan kedua2nya
dan yang pasti nilai mid ma semester sudah pasti di masukan
dan ternyata ada beberapa guru tidak mau memberikan tugas
karena si anggap tidak sah sedangkan saya tidak begitu bisa pel tersebut
saya sering meminta tugas harian namun tdak di berikan
bagaimana kebijakan pemerintah ini
saya jadi ngeri sendiri dengan sistem pemerintah yang seperti ini
tolong hal2 di adukan ke mentri pendidikan nasional
pikirkan kami yang kurang bisa dan harus seperti ini
kami hanya memiliki modal pas pasan
kami bukan semuanya orang yang mampu membayar uang sekolah swasta kira2 1/2 jt per bulan
kami memiliki kelemahan dan kelebihan semua tau hal itu
di pendidikan saya lemah kimia dan fisika
saya tidak berkenan bahawa saya ini menjelekan pemerintahan ini
namun saya sudah tidak mengerti tentang rencana depdiknas yang “PDS”
“PEMIKIRAN DIRI SENDIRI”
jgn lah kalian ini menganggap semua nya mampu
kami kaum yang tak memiliki ilmu seperti kalian “Empu Pendidikan Indonesia”
yang mampu untuk berpikir cepat
kalau nilai jelek nilai nanti juga akan di lihat oleh perusahaan yang di lamar kerja
dan di terima atau tidak itulah keputusan mereka
SMK dan SMA sama2 namun lebih rumit di SMA sistem pengajaran bisa berubah2 setiap waktu
bagai mana nasib kami ini
kalau ada pesan di ym Shinji_hikaru@yahoo.co.id
tolong jangan di gugat ini adalah suara hati
bukan untuk menjelekan
April 14, 2008 pukul 3:21 pm
waduh……..
bagaimana ya!!!!!
PUSTEKOM tuhkan PUSAT TELEKOMUNIKASI
Lah kok jadi…: Pusat Tentara Komunis Oprasi Militer…… he3x
Bener-gak3x…
AQ harap PKLN Merdeka Kembali…………………….!!!!!
Jangan ada Penjajah Yang hidup di bumi pertiwi kita……..
tolong contoh Kyai Haji Dewantoro……….. tokoh pendidikan
Klo Enggak, Bagi HACKER2 Terhomat………..
ciptakan algoritma kalian untuk merusak server2 yg membatasi pendidikan alias PELIT………………………..
trims…
April 15, 2008 pukul 11:27 pm
Buat Pak Khalid, kita sudah mengeluarkan uneg2 dlm milis namun menurut saya sia-sia dan yang kami harapkan pada bapak serta para petinggi jardiknas terdahulu yang telah berjuang untuk membangun jaringan ini dari nol besar sehingga menjadi sebuah jaringan yang dapat di nikmati oleh seluruh pelosok nusantara agar bisa membicarakan dengan pihak Pustekom terutama dan pihak pihak lain yang terkait untuk mencarikan jalan keluar terbaik bagi kita semua.
terima kasih
April 23, 2008 pukul 3:48 pm
[...] Jardiknas dan Ruang Data Center [...]
Mei 25, 2008 pukul 4:44 pm
Yah, ini adalah sebuah dinamika. Kita perlu berfikir positif. Kita perlu instrospeksi. Apa memang benar bahwa kitalah yang paling benar, apa memang benar bahwa kitalah yang paling berhak, apa memang benar bahwa kitalah yang paling berwenang, apa memang benar bahwa kitalah yang paling …
Jangan jangan dikelola PUSTEKOM justru akan menjadi lebih baik. apalagi sesuai dengan tujuan didirikannya pustekom, salah satunya sebagai pusat pengembang teknilogi pendidikan. Asal kita lepas dengan ikhlas dan bijaksana, apalagi semua adalah dalam rangka upaya mencerdaskan kehidupan bangsa, maka kita coba legawa. Saya rasa P Gatot sebagai penggagas telah legawa. Di benak kita beliaulah (P Gatot) pahlawan jardiknas. Dalam hati kita juga akan tetap tertulis BKLN lah yang pertama menggagas, sekaligus mendirikan jardiknas. Andaikan dalam waktu sebukan, dua bulan, bahkan setahun kok belum berkembang sebagaimana mestinya, kita perlu memberi masukan dan memgantu mereka. Bukan meniggalkan apalagi mencibir. Di tubuh PUSTEKOM sendiri, penuh dengan orang-orang pandai dan pakar dalam bidang pendidikan. Insya Allah Allah tetap membimbing kita asal kita tetap bersatu memajukan dunika pendidikan.
Mei 25, 2008 pukul 7:12 pm
Amiinnn…