Jangan paksa kami untuk berbaris pak…

Hari Senin, tanggal 12 April 2010, saat melaksanakan “ritual” pagi yaitu sarapan sambil membaca Harian Kompas, saya tersentak membaca sebuah berita yang tertulis pada Halaman 5 dengan judul berita “Perjalanan Presiden: 470 Kilometer yang menyemangati…” khususnya membaca paragraf terakhir dari tulisan tersebut yang menuliskan “Di mata Presiden, pelajar yang menyambutnya itu dimaknai sebagai semangat generasi muda yang gigih menatap masa depan. ‘Kemarin, saya jalan dari Surabaya ke Malang. Hujan lebat dan sepanjang jalan berdiri pelajar SD, SMP, dan SMA serta pendukung tim sepakbola Arema. Saya terkesan dengan semangat mereka yang tinggi,’ kata Presiden.”

Ya ampun…sontak saya mengerutkan kening dan berpikir, amat tidak pantas justru bangga melihat siswa-siswi kita yang tugasnya belajar malah meninggalkan ruang kelas hanya untuk melambaikan bendera di pinggir jalan di tengah hujan deras :(

Saya jadi ingat cerita sejenis pada tahun 1988 yang saya alami sendiri. Waktu itu saya masih kelas 5 di SD Negeri Mangkura 1 Ujung Pandang. Karena akan ada kunjungan “pejabat” tinggi di sekolah, maka kami diminta untuk bersiap menyambut pejabat tersebut.

Baca lanjutannya >>

Iklan

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: