Menculik Miyabi (sebuah resensi)

Niat awal untuk ke Planetarium Taman Ismail Marzuki, tapi apa daya tiket pertunjukan terakhir telah habis terjual, maka kaki melangkah ke Studio XXI yang kebetulan berada satu kompleks dengan TIM.

Dari 4 studio dan 4 film yang ada, kebetulan hanya film Menculik Miyabi ini yang belum ditonton. Juga tertarik dengan siaran Apa Kabar Indonesia pagi di TV One beberapa hari yang lalu, yang menampilkan pemeran film ini.

Film Menculik Miyabi langsung dibuka dengan penampilan Maria Ozawa, tokoh yang kontroversial pada film ini dengan penolakan kedatangannya di Indonesia dan fatwa haram yang dikeluarkan. Namun, jangan berharap Maria Ozawa berperan sebagai Miyabi pada film-film vulgar di luar sana. Dari awal hingga akhir film, tidak ada satupun adegan Miyabi bersama dengan berbagai lelaki dalam pose menggoda :)

Miyabi, yang merupakan bintang iklan sebuah produk snack diminta oleh pimpinan tempat dia bekerja untuk mengantarkan hasil undian produk tersebut ke Jakarta. Rencana kedatangannya dimasukkan dalam blog pribadi dan kebetulan dibaca oleh 3 orang penggemarnya, yaitu Kevin, Bimo, dan Aan.

Kevin, adalah seorang pemuda yang “culun” di kampusnya, menyenangi seorang gadis bernama Jessica yang sayangnya sudah berpacaran dengan Mike yang bergaya “preman”.

Baca lanjutannya >>

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: