Pengertian Online pada Uji Kompetensi Guru (UKG) Online 2012

30 Juli 2012

Hari ini, 30 Juli 2012, di seluruh Indonesia dilaksanakan Uji Kompetensi Guru (UKG) Online secara serempak. Terlepas dari simpang siur pro dan kontra, khususnya kekhawatiran mengenai akan dicabutnya tunjangan sertifikasi guru bagi guru-guru yang gagal pada ujian sertifikasi, sampai tuntutan organisasi guru yang menganggap bahwa pelaksanaan kegiatan ini tidak memiliki dasar hukumserta sekedar menghabiskan biaya, maka ada satu hal yang juga menjadi sorotan adalah pengertian online pada UKG Online ini.

Banyak tulisan dan tanggapan yang juga saya lihat berserakan dimana-mana melalui jejaring sosial yang menyebutkan “bagaimana mungkin bisa ujian online kalau internetnya jelek?” Trus ada lagi “wah, kami belum beli modem untuk ikut ujian online di sekolah” dll dll

Untuk menjawab pertanyaan dan kekhawatiran tersebut, berikut ini tulisan dari pengembang aplikasi UKG Online 2012 yang juga adik kandung saya, Khaidir Mustafa.

Silakan dibaca tulisannya

====

Baca Lanjutannya >>

Iklan

Permendiknas No. 18 Tahun 2010 tentang Juknis DAK Bidang Pendidikan untuk SD

16 September 2010

Satu lagi peraturan yang ditunggu-tunggu oleh Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota serta pengusaha dalam bidang konstruksi, elektronik, alat peraga pendidikan, dan elektronik/komputer akhirnya dikeluarkan oleh Kementerian Pendidikan Nasional.

Yang agak mengherankan memang nomor peraturan Juknis DAK SD ini lebih dahulu dibandingkan dengan Juknis SMP, tetapi publikasinya dilakukan belakangan. Rupanya ada beberapa item barang pada lampiran yang masih sulit dilaksanakan karena menunggu lisensi pemanfaatan barang tersebut.

Yang harus jadi perhatian bahwa prosedur DAK Bidang Pendidikan untuk SD ini sama persis dengan prosedur untuk SMP, yang berarti pengadaan barang/jasa yang dilaksanakan harus menggunakan metode pengadaan barang/jasa. Namun, sama persis dengan Juknis SMP, bagi daerah yang terlanjur menyalurkan dalam bentuk hibah/swakelola dan belum melakukan perubahan MAK menjadi belanja modal, disilakan tetap berpedoman pada Permendiknas No. 5 Tahun 2010.

Bagi yang membutuhkan Juknis ini, silakan membaca dan mengunduh pada tautan di bawah ini:

Baca Lanjutannya >>


Permendiknas No. 19 Tahun 2010 tentang Juknis DAK Bidang Pendidikan untuk SMP

5 September 2010

Bulan Agustus tahun 2010 sepertinya menjadi bulan peraturan yang ditunggu-tunggu. Setelah pada tanggal 6 Agustus 2010 Presiden Republik Indonesia menandatangani Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 54 tahun 2010 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah, pada tanggal 25 Agustus 2010 Menteri Pendidikan Nasional juga menandatangani Peraturan Menteri Pendidikan Nasional (Permendiknas) Nomor 19 Tahun 2010 tentang Petunjuk Teknis Penggunaan Dana Alokasi Khusus (DAK) Bidang Pendidikan Tahun Anggaran 2010 untuk Sekolah Menengah Pertama.

Sejak tulisan saya yang pertama di blog ini yang berjudul Prosedur Pengadaan DAK Bidang Pendidikan dari Segi Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah dan tulisan kedua yang berjudul Pelaksanaan DAK Bidang Pendidikan 2010 wajib dilelang, total hampir 200 komentar pada kedua tulisan tersebut.

Sebagian besar komentar pada tulisan kedua meminta informasi mengenai Juklak DAK yang baru. Untuk memenuhi keinginan pembaca, pada tulisan ini akan saya tampilkan Permendiknas No. 19 Tahun 2010 tentang Juknis DAK untuk SMP yang dilengkapi dengan seluruh spesifikasi barang yang dibutuhkan.

Semoga bermanfaat.

Baca lanjutannya >>


SMK RSBI di mata Seorang Perancangnya

28 Juni 2010

“Program RSBI khususnya SMK saat ini tidak sesuai dengan pemikiran saya sewaktu pertama kali merancang program ini”

Kalimat tersebut menjadi pembuka diskusi sekaligus menyentak saya yang sedang asik menunggu pak Kurnijanto dari Cisco Academy bersama beliau di sebuah coffee shop di daerah Jakarta Selatan.

Direktur Pendidikan Menengah Kejuruan atau disingkat Dikmenjur pada tahun 1998 – 2006 ini kemudian menambahkan, “SMK Internasional sebenarnya bukan dilihat dengan guru yang mengajar bahasa Inggris di sekolah tersebut, tapi dengan target minimal 10% lulusannya mampu bekerja di luar negeri sesuai dengan kompetensi yang diperoleh sewaktu sekolah.”

Direktur Dikmenjur yang masih tetap dapat disebut Direktur Dikmenjur karena saat ini nama institusinya sudah berubah menjadi PSMK ini lalu melanjutkan, “sewaktu merancang program RSBI, saya memiliki keinginan agar minimal 10% pangsa pasar kerja di luar negeri diisi oleh bangsa Indonesia. Coba bayangkan apabila ini terjadi, maka alur devisa akan mengalir ke negara kita, juga tingkat kesejahteraan akan naik pesat, serta jejaring Indonesia akan diperhitungkan di mata dunia.”

Baca lanjutannya >>


Paradigma Customer Satisfaction menuju Customer Success

9 Mei 2010

Saat ini sudah sering terdengar istilah Customer Satisfaction atau Kepuasan Pelanggan sebagai tujuan dari sebuah layanan institusi atau perusahaan.

Kepuasan pelanggan memiliki tujuan agar setiap program yang dilaksanakan menghasilkan keluaran (output) yang sesuai standar sehingga pelanggan menjadi puas.
Kepuasan adalah tujuan akhir dari berbagai program tersebut sehingga berbagai upaya dilakukan agar hasil akhir sesuai dengan tuntutan pelanggan.

Namun, hari ini, paradigma tersebut mulai bergeser lebih jauh, karena dengan tujuan akhir hanya sekedar “kepuasan pelanggan” sudah tidak memenuhi lagi.

Mengapa ?

Baca Lanjutannya >>


Faradina Izdhihary: Surat Terbuka Buat Pringadi, Para Murid, dan Wali Murid

4 April 2010

Pagi ini, seperti biasa saat menekuni rutinitas pagi, yaitu membaca email yang berasal dari 108 mailing list, saya tertarik dengan tulisan yang diforward oleh pak Muhammad Ihsan, sekjen Ikatan Guru Indonesia (IGI) di mailing list Klub Guru. Tulisan ini mengingatkan saya kepada tahun-tahun mengajar di Makassar, juga kepada kehidupan beberapa orang guru saya yang amat sederhana.

Masih teringat saat saya mengunjungi rumah beliau-beliau yang sederhana, yang terkadang kursinya-pun sudah robak sana-sini, belum lagi perabotan yang apa adanya, namun semangat mengajar dan semangat berbagi ilmu terlihat amat berkobar di mata mereka.

Disini terlihat jelas bahwa kekurangan materi bukanlah menjadi penghambat kepada profesi mereka untuk mencerdaskan anak bangsa.

Karena tulisan ini amat bagus, maka saya menuliskan ulang pada blog ini disertai tautan ke tulisan aslinya.

Baca lanjutannya >>


3 Maret 2010

Hari ini, 3 Maret 2010, bertempat di Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) Kementerian Pendidikan Nasional, Sawangan; Menteri Pendidikan Nasional, bapak Muhammad Nuh menyampaikan sebuah statemen yang sangat membahagiakan, yaitu meminta kepada rektor-rektor Perguruan Tinggi agar dapat menggunakan Nomor Induk Siswa Nasional (NISN) sejajar dengan NIM yang saat ini sudah ada.

Hal ini bertujuan agar data peserta didik dapat terlacak hingga sampai Perguruan Tinggi.

Statemen ini seperti air yang sejuk di tengah dahaga NISN sejak “tidak bertuan” dan “tidak diperhatikan” mulai tahun 2008.

NISN adalah bagian dari program Data Pokok Pendidikan (Dapodik) yang dirintis sejak tahun 2006 oleh Biro Perencanaan dan Kerjasama Luar Negeri (PKLN), serta sempat mengalami pasang surut di dalam pengelolaannya.

Masih lekat di ingatan saya sewaktu berdiskusi pada awal tahun 2006 mengenai program NISN. Amat banyak suara-suara “sumbang” dan miring yang beranggapan bahwa program ini hanyalah sekedar program mimpi. Bagaimana mungkin mendata ulang seluruh siswa di Indonesia ? Juga apa mungkin membangun sebuah database raksasa yang melingkupi puluhan juta siswa ?

Baca entri selengkapnya >>