Tentang Saya

Wah, liat judulnya saja sudah benar-benar serius yah πŸ™‚ tapi inilah saya apa adanya, kalau dilihat sepintas selalu serius, kalau nulis di milis kadang membuat orang jengkel πŸ˜€

Saya coba menuliskan tentang diri dan sejarah hidup disini deh, tapi mungkin saja tidak akan berurutan karena nulisnya tergantung mood saja…

Eng..ing..enggg…..dimulai (halah, gak penting banget…)

seorang orok merah akhirnya dilahirkan pada tanggal 17 Juni 1977, hari Jumat, pukul 12.30 (cuman kira-kira lho, karena kata ibu waktu itu orang sedang Jumatan), diatas rumah tradisional di daerah LumpuE Pare-Pare, tepatnya di Jalan Pemandian No. 17…kalau orang Bugis atau Makassar biasanya bilang “balla’ lompoa”

sewaktu dilahirkan, dan karena bertepatan dengan orang sekitar pulang dari Jumatan, langsung pada azanin dan iqamat. Kata ibu, lumayan rame waktu itu πŸ™‚

nah, yang anehnya, dan sampai saat ini, di akte lahir tertulis lahir di Ujung Pandang….

rupanya, sewaktu di lahirkan, karena kondisi saat itu ditangani secara tradisional, makanya ortu segera membawa orok itu ke Ujung Pandang, dan mendarat dengan sukses di Rumah Sakit Bersalin Sentosa (lupa alamatnya dimana, tapi sekarang masih ada sih..), karena dibawa kesana, makanya surat kenal lahirnya dikeluarkan oleh rumah sakit itu yang menjadi dasar akte kelahiran…jadilah disetiap surat yang berurusan dengan “tempat/tanggal lahir” selalu tertulis “Ujung Pandang/17 Juni 1977”

Masa-masa kecil yang dilalui tidak terlalu banyak saya ingat sih, mungkin karena otak tentang masa itu sudah ketimpa memori-memori lain…

Tapi ada beberapa hal yang masih terlintas dalam memori sewaktu halaman ini ditulis…

Masa Pra Sekolah (ceileee..kayak prasejarah saja πŸ™‚ )

Apa yang saya ingat pada masa ini ? Mainan….motor…..pagar halaman berwarna merah, pagar rumah berwarna hijau putih dan pagar pintu depan berwarna hijau….

Jadi ingat, mainan yang paling saya suka itu kuda-kudaan yang makai pompa, jadi kalau pompanya ditekan, kudanya jalan…warna pompa dan selangnya kuning dan warna kudanya merah πŸ™‚ (mungkin ini sebabnya anak kecil suka mainan yang berwarna yah, karena mudah diingat oleh indera mereka)…

Ingat motor biru (nantinya jadi tau namanya adalah Yamaha tahun 75) yang suka saya naikin dengan berkhayal menjalankan motor itu dan menjadi pembalap πŸ™‚

Ingat pagar belakang yang berwarna merah..(padahal kata ortu, dulunya dari bambu yang coklat), tapi ini saja yang keingt (rupanya itu warna meni kayu, zat dasar untuk mengecat)…

Ada tambahan nih yang saya ingat…kolam ikan mas di dalam rumah…dibuat ayah diruang tamu, dari semen dengan alas dari plastik…suka banget liat ikannya yang berwarna warni…

Dinding rumah berwarna hijau putih, terbuat dari anyaman bambu (di Makassar disebut gamecca) yang putihnya kalau dipegang suka melengket di tangan dan segera diusap oleh ibu (karena dicat dengan menggunakan kapur) dan sering dilarang untuk dipegang karena takut ketusuk… (samar-samar memang pernah kena nih…cuman benar-benar samar-samar sekali ingatnya…)

Pagar depan berwarna biru muda…dan luasss (yah, seluas pandangan anak kecil sih…sekarang sempiitttt…)

Pada masa ini, ada pengalaman yang cukup berkesan, karena saking berkesannya masih cukup jelas dalam ingatan…

Pada usia 5 tahun, ayah dan ibu mengajak saya jalan-jalan (katanya sih keliling Jawa dan Bali), dan beberapa memori yang masih jelas teringat berkaitan dengan pengalaman ini adalah:

  1. di atas kereta api, berdinding hijau…dalam ingatan masih segar warna hijau mudanya dengan jendelanya dan pohon-pohon yang dilewati oleh kereta itu…
  2. penjual es (yah…bener…penjual es keliling), yaitu seorang anak, menggunakan baju kaos dan celana merah, membawa termos es di tangan kanan dan bel di tangan kiri. waktu itu posisi saya digendong oleh ibu dan menghadap ke belakang. anak itu sempat menoleh ke saya dan berjalan ke sebuah gapura berukir. Rupanya saat itu saya ada di Bali…

Satu kenangan yang bahagia bersama keluarga secara lengkap (sampai sekarang masih terasa sedih…mengapa hal itu tidak berlangsung dalam waktu yang lama….nantilah di blog ini akan saya tuliskan juga…) adalah masa dimana saya berada diatas…ya…diatas meja makan bersama ibu dan ayah…

tapi entah, mengapa itu menjadi sebuah kenangan terakhir untuk berkumpul sebagai sebuah keluarga yang lengkap, karena kisah di bawah ini semuanya tidak menggambarkan ayah lagi.. 😦

Masa Taman Kanak-Kanak

Cukup banyak yang saya ingat pada masa ini, dimulai dengan seragam putih dan merah muda πŸ™‚ dan rutinitas berangkat ke sekolah bersama ibu.

Khusus ibu akan saya tulis tersendiri…

Karena ibu bekerja sebagai PNS pada SKODAM XIV Hasanuddin (sekarang menjadi KODAM VII Wirabuana), dan saya sekolah di TK Periska Postel (sekarang TK Merpati Pos) yang berdekatan dengan Kantor ibu, maka rutinitas berangkat dan pulang sekolah bersama ibu terus dilakukan…selama setahun.

Oh iya…karena saya sudah mengenal huruf dan angka sebelum masuk TK, maka di TK tersebut saya dimasukkan dalam kelas 0 besar πŸ™‚

Rutinitas bangun pagi-pagi (benar-benar pagi), yaitu bangun jam 5.15, mandi 15 menit sampai setengah 6, berpakaian 15 menit dan makan 10 menit selalu dilakoni, karena mobil penjemput (memakai truk tentara) selalu siap pukul 6.10 pagi di jalan garuda, yang membutuhkan waktu 3-5 menit berjalan kaki. (mungkin karena terbiasa dengan pola militer ini jadi sekarang saya terbiasa bekerja dengan jadwal yah…).

Masing teringat naik truk harus diangkat oleh ibu dan disambut oleh teman-teman ibu diatas mobil…masih teringat gerakan mobil yang berbelok kiri dan kanan…dan canda dari teman-teman kerja ibu yang sering gemes (hehehe…)

dari kantor, saya diajak jalan ke TK oleh ibu dan ditungguin beberapa menit…setelah itu ibu kembali lagi ke kantor untuk bekerja…

TK tersebut mengasyikkan, minimal dalam pandangan anak kecil…banyak mainan…banyak bola-bola kecil…banyak mainan yang bisa dipanjat (namanya halang rintang klu gak salah), tapi sayang, untuk mainan yang berbau fisik, saya kurang suka memainkan, mungkin itulah sebab atau akibat dari kondisi fisik saya yang lemah…

satu yang membanggakan sewaktu di TK adalah saya terpilih untuk ikut tampil menjadi peserta orkestra Angklung πŸ™‚ , jadi sebelum Malaysia ribut-ribut soal angklung, pada tahun 1982 (saya berusia 5 tahun tamat dari TK), pada konser penamatan, saya sudah memainkan angklung…Sayang saya sudah lupa lagi lagu yang dibawakan, tapi salah satu yang masih diingat adalah lagu “Ibu Kita Kartini.”

Karena TK pulang jam 11, maka ibu kembali menjemput dan membawa ke kantor untuk menunggu jam pulang (jam 2 siang), nah sewaktu menunggu inilah saya bermain-main di ruangan ibu, mondar-mandir keliling di halaman kantor atau bermain-main dengan kotak korek api yang kosong dan laba-laba (dulu suka memasukkan laba-laba kecil ke dalam kotak korek api…sadis juga yah…), tapi jarang sampai mati, karena keburu penasaran , jadi sering dibuka dan laba-labanya melarikan diri :))

kalau ibu apel pulang, kadang saya tungguin di ruangan, menunggu apel selesai dan pernah (cuman amat samar ingatannya), ikut bareng apel pulang dengan tetap memeluk kaki ibu πŸ˜€

yah..masa-masa TK yang bahagia, dan memang tanpa beban…

Masa Sekolah Dasar

Usia belum cukup 6 tahun rupanya sedikit membuat permasalahan untuk bisa melanjutkan ke Sekolah Dasar. Menurut ibu (soalnya sama sekali tidak ada dalam memori), sebelum masuk, saya ditest dulu untuk kemampuan membaca, menulis dan berhitung. Namun karena mampu menjawab, maka saya diterima di SD. Syukurlah, karena SD tersebut termasuk yang terbaik di Kota Ujung Pandang, yaitu SDN Kompleks Mangkura.

Karena masih amat kecil, dan juga karena letak sekolah yang jauh dari kantor ibu, saya diantar oleh tetangga sebelah rumah. Namanya Burhanuddin, tapi saya sering panggil “kak bulang.” Waktu itu dia masih SMP dan diantar dengan menggunakan sepeda (masih ingat sepeda jaman dulu, biasa disebut sepeda engkel, berwarna hitam, dengan lampu di depannya), baik pergi sekolah ataupun dijemput sepulang sekolah. Saya diantar jemput sampai kelas 2 atau kelas 3 (soalnya sudah lupa..).

Guru kelas 1 saya bernama Ibu Zaniar, perawakannya agak gemuk dan akrab dengan anak-anak. Masih ingat beliau mengajar dengan simpatik dan menenangkan anak-anak yang sering menangis karena ditinggal orang tuanya.

Setelah naik ke kelas 2, SDN Kompleks Mangkura dipisah menjadi 6 sekolah, yaitu SD mangkura 1, 2, 3, 4, 5 dan Inpres. Kebetulan saya kena pemindahan ke SD Mangkura Inpres. Akhirnya, karena orang tua beranggapan bahwa guru-guru yang terbaik itu berada di SD Mangkura 1, maka saya dipindah kembali ke SD Mangkura 1.

Guru kelas 2, bernama ibu Retno, orangnya cukup pendiam dan penyabar, beliau mengajar hingga ke kelas 3. Banyak pengalaman-pengalaman kecil disini, termasuk kegiatan-kegiatan yang “mendebarkan dan menakutkan”….yaitu…mengunjungi “gudang” sekolah πŸ™‚

Banyak cerita-ceritas beredar bahwa gudang tersebut berhantu, ada sumur tua di dalamnya, dan lain-lain, dan lain-lain yang tentu saja membuat takut sekaligus penasaran untuk anak SD πŸ˜€

Kelas 4, diasuh oleh seorang Bapak guru, sayang nama beliau sudah saya lupa. Mungkin karena anak-anak cenderung lebih dekat ke wanita yah…

Pada masa SD ini sepertinya badai ekonomi mulai menghantam keluarga (akan saya ceritakan di tulisan yang lain). Selama 6 tahun, hampir bisa dihitung dengan jari ibu memberikan uang jajan maupun uang untuk transportasi.

Masih segar dalam ingatan, kotak bekal yang diberi serta kotak air putih yang dibawa setiap hari. Isinya kadang nasi dengan ikan, atau nasi dengan telur mata sapi. Atau kadang roti dengan telur mata sapi πŸ™‚ Kalau jam istirahat tiba, saya pasti menjauh ke gedung SD Mangkura Inpres (satu-satunya yang bertingkat) dan makan di pojokan, karena takut dimintai oleh teman-teman (soalnya kalau diminta pasti tidak akan cukup). Kadang melihat teman belanja di warung, terasa amat ngiler tapi apa daya tidak ada uang di kantong. kalaupun ada, cuman dengan pesan yang amat kuat, hanya digunakan kalau terpaksa….jadi menikmati makanan hanya kalau diberi teman atau dibayarkan πŸ™‚

Kelas 4, mulai merasakan kerasnya hidup, karena biaya antar jemput juga cukup terasa, ibu dalam kondisi mengandung adik saya, akhirnya saya mengajukan diri untuk berjalan kaki saja pulang pergi ke sekolah. Yah, memang tidak terlalu jauh, sekitar 1 sampai 1,5 Km saja dari rumah, tapi untuk ukuran anak SD itu cukup lumayan…

Kalau hujan, dengan menggunakan mantel hujan dan sepatu dimasukkan dalam kantor plastik, tetap berjalan kaki menembus derasnya hujan.

Kelas 5, saya menemui guru yang paling berkesan, yaitu Bu Zaniar, selama 2 tahun sampai kelas 6 beliau terus mengajar saya. 1 pelajaran yang paling berkesan dan yang paling berharga adalah pelajaran matematika yang dibawakan oleh beliau. Saat teman-teman secara sembunyi-sembunyi sudah menggunakan kalkulator (dimana saat itu hanya dimiliki maksimal 3 orang saja, karena harganya selangit menurut kantong anak SD), juga oleh beliau sangat haram digunakan di kelasnya. Beliau selalu berkata “Tuhan menciptakan jari kalian berjumlah 10 itu ada maksudnya, juga Tuhan menciptakan otak kalian itu ada maksudnya, maka gunakanlah jari dan otak kalian untuk menghitung.” 1 istilah yang beliau gunakan untuk istilah “mencongak” adalah “komputer otak” dimana komputer saat itu adalah sebuah benda yang hanya ada di alam mimpi. Otak saya amat terasah pada kelas 5 dan 6 ini, dimana perhitungan-perhitungan harus dilakukan tanpa kalkulator, kertas dan pinsil. Baru boleh menggunakan pinsil dan kertas untuk perhitungan yang cukup rumit.

Doa terus saya panjatkan untuk ibu guru Zaniar dimanapun beliau berada sekarang. Saya tidak akan bisa menjadi seperti ini tanpa Beliau…

Pada masa SD ini rupanya bakat seni saya muncul…gak tau bagaimana, tiba-tiba ditunjuk menjadi anggota paduan suara πŸ˜€ Akhirnya sukses dengan tampil di TVRI (waktu itu hanya ada 1 stasiun TV lho…jadi bisa tampil di TVRI sudah banggaaaa….)

Selain kisah-kisah diatas, rupanya penyakit lumayan parah menyerang saya juga diwaktu SD ini. Dimulai dengan batuk yang berkelanjutan hingga 3 bulan lamanya sampai dengan flu yang tidak pernah berhenti.

Akhirnya, pada saat di rontgen, dokter memvonis, kena Bronchitis 😦 dan dengan konsekwensi, tidak boleh ikut semua pelajaran olahraga, tidak boleh mandi malam, kedinginan dan lain-lain. Akhirnya selama 2 minggu, setiap 2 hari sekali, pada jam istirahat sekolah, saya harus ke RS Pelamonia untuk suntik Penicilin. Masih teringat setiap 2 hari sekali bergiliran pantat kiri dan kanan disuntik…

Penyakit flu, rupanya diakibatkan karena alergi debu, maka sukses juga setiap bulan ke dokter THT untuk dibersihkan. Masih ingat perasaan gak enak saat kapas dimasukkan ke dalam hidung untuk dibersihkan…hiihh..

Akibat dari alergi debu inilah sampai sekarang ini, diusia kepala 3, dalam kantong celana selalu tersedia sapu tangan, yang digunakan untuk menutupi hidung dari debu…

Yah…kisah jaman SD yang penuh lika liku (yang bisa dibukukan setebal 1000 halaman, hehehe) ini diselesaikan dengan EBTANAS, dan lulus dengan NEM 42,81 (lumayan untuk 5 mata pelajaran)

Masa Sekolah Menengah Pertama

Babak baru kehidupan dimulai…mulai dengan kesana-kemari mengajukan pendaftaran SMP sampai ngurus berkas kiri kanan…

Di Ujung Pandang, ada 2 sekolah yang dinyatakan favorit, yaitu SMP Negeri 6 dan SMP Negeri 3. Berhubung standar NEM di SMP 6 lumayan tinggi, yaitu 43,00 maka saya didaftarkan di SMP Negeri 3, Jl. Baji Gau. Kenapa di sekolah ini ? Karena rupanya selain favorit juga ibu dan saudara-saudaranya sebagian besar lulusan dari sekolah ini…

Masa-masa sulit berlanjut disini…sambil mengandung anak ketiga, ibu mulai berjualan es…baik es batu, es lilin maupun es kue….

Masih teringat jelas bagaimana setiap jam 4 sore ibu ke pasar, membeli bahan-bahan es, terdiri dari plastik, tepung hunkwe, gula, perasa dan pewarna. Jam 6 sore mulai memasak air untuk es tersebut (Kami tidak pernah menggunakan air mentah, karena ibu sangat memperhatikan kesehatan) dan memasukkan es ke dalam plastiknya. Disini saya sering membantu untuk mengikat plastik-plastik tersebut dengan karet gelang dan memasukkan ke dalam freezer. Jam 12 malam ibu selalu membalik es tersebut, agar manisnya merata tidak berkumpul di bagian bawah saja. Jam 3 atau 4, es kue yang harus dibalik. Jam setengah 6 memasukkan es es tersebut ke dalam termos es dan bersiap ke kantor.

Saya setelah mandi dan bersiap ke sekolah dengan berpakaian sekolah membawa 2 termos es ke SD Mattoanging (kadan naik angkot dan kadang berjalan kaki) dengan jarak 1,5 Km dari rumah. Pada masa-masa ini, sepeda BMX sedang marak-maraknya, kadang iri melihat anak-anak lain berangkat ke sekolah dengan mengendarai sepeda, sedangkan saya jalan kaki dengan menenteng termos es. Setelah menitipkan termos es tersebut kepada sepupu yang menjual es di SD itu, saya melanjutkan berjalan kaki ke sekolah (tambah 1,5 Km lagi).

Kebiasaan membawa bekal masih berlanjut sampai SMP, tapi dari hasil menjual es, kadang ada Rp. 200 – 500 yang bisa dibawa. Itu digunakan untuk membeli Ubi Kayu kalau sedang tidak membawa bekal. Makan mie bakso adalah hal yang luar biasa langka, karena harganya yang lumayan tinggi (Rp. 500) dan biasanya hanya terjadi kalau ditraktir oleh teman.

Sepulang sekolah, biasanya singgah ke taman bacaan (namanya taman bacaan Fakta), karena memang saya hobi membaca, dengan Rp. 50 – 100 bisa membawa pulang 5 jilid kho ping hoo atau buku cerita 5 sekawan atau sherlock holmes. Tapi biasanya saya membaca buku dulu disana menunggu waktu pulang anak-anak SD. Setelah jam 1 atau setengah 2, kembali ke SD mattoanging tadi untuk mengambil termos ES yang kosong, dan melanjutkan berjalan kaki ke rumah.

Di rumah, mencuci termos es dan mengisi yang baru serta menjajakan es keliling…ess….esssss…..siapa mau beli esssssss……

Ngomong-ngomong soal hobi, hobi membaca saya sepertinya tumbuh dengan amat subur di masa SMP ini. Berhubung TV dirumah hanya hitam putih, fisik yang agak sulit untuk bermain secara fisik dengan teman-teman lain (seperti sepak bola, basket, dll) maka pelarian utama adalah membaca dan membaca. Sampai selalu dijuluki “kutu buku.”

Kalau ke rumah sepupu yang sudah SMA, yang pertama dicari adalah koran , majalah atau malah buku pelajaran mereka πŸ™‚

Pada saat ini juga saya menjadi anggota perpustakaan wilayah, dimana rutinitas meminjam buku setiap 3 hari sekali (untung karena gratis) selalu dilakukan. Satu prestasi yang cukup membanggakan, adalah pernah mejadi Juara 2 Lomba Minat Baca se-Propinsi Sulawesi Selatan pada tahun 1992 πŸ™‚

Lika liku hidup mulai terbangun sejak di SMP ini, dan saya mulai terbuka dengan kondisi ekonomi dan kondisi sekitar keluarga. Disinilah saya belajar banyak untuk tidak terlalu banyak menuntut apa-apa, disinilah saya belajar untuk menghargai apa adanya…

Guru yang saya ingat hanya beberapa, yaitu Guru Bahasa Inggris (yang berhasil membuat pelajaran Bahasa Inggris menjadi amat menyenangkan), Guru Olah Raga (pak Saleh Bahang, yang paling mengerti kalau saya tidak bisa berolah raga) dan guru PKK yang mengajar membuat kue di rumahnya, menyuruh anak-anak membawa rantang/panci besar, dan akhirnya setiap anak hanya memperoleh 1 potongan kecil 😦

Pendidikan di SMP ditutup dengan EBTANAS dan dengan NEM 46,37. Yah…memang tidak sebaik di SD, tapi pada jaman itu sudah cukup tinggi dan memperoleh juara Umum 3 di SMP Negeri 3 πŸ™‚

Masa Sekolah Menengah Atas

NEM 46,37 rupanya cukup ampuh untuk menembus beberapa SMA di Ujung Pandang, tapi pengalaman hidup yang telah saya alami memberikan sebuah keputusan bahwa “Saya Tidak MAU Kuliah, tapi MAU KERJA.”

Jadilah tiket bebas masuk SMA Negeri 2 Ujung Pandang dibuang begitu saja. Dan mencoba peruntungan dengan ikut ujian masuk SMF (Sekolah Menengah Farmasi) Depkes.

SMF ini hanya ada satu-satunya di Indonesia Timur, jumlah yang diterima juga hanya 1 kelas (40 orang), sedangkan pendaftarnya ada ratusan. Jadi bisa dibayangkan bagaimana persaingan disana.

Ujian demi ujian diikuti, malah tes tertulis yang diberikan jauh lebih berat dan lebih sulit dibandingkan dengan EBTANAS. Juga ujian kesehatan yang lumayan ketat dan psikotest. Akhirnya, hasil ujian diumumkan dan saya berada pada peringkat ke 11 πŸ™‚

Namun, pada saat yang bersamaan, saya juga mendaftar pada STM Pembangunan Negeri Ujung Pandang. Informasinya dapat dari kakak tiri (kisah lain lagi akan saya ceritakan…). Saat mendaftar, saya benar-benar buta tentang sekolah yang dinamakan STM ini. Malah untuk jurusannya, dipilihkan oleh kakak, dengan anggapan, dia bisa membantu kalau masalah pelajaran. Akhirnya saya juga mendaftar di STM tersebut dan mengambil jurusan Teknik Elektronika.

Sebagai satu-satunya STM Pembangunan di luar pulau Jawa (hanya ada 8 STM Pembangunan di Indonesia, 7 di pulau Jawa, dan pendidikannya bukan 3 tahun, melainkan 4 tahun), maka sistem seleksi juga dilakukan dengan cukup ketat. Dan bagi yang meraih peringkat 1 hingga 3 pada waktu seleksi akan memperoleh Beasiswa. Wah…sebuah tawaran yang cukup menggiurkan….

Setelah diumumkan, dan mencari serta membolak balik surat kabar yang mencantumkan nama dan nomor test hasil, dan setelah sempat putus asa (soalnya saya mencari pada urutan tengah ke bawah), rupanya saya lulus di urutan pertama πŸ™‚ (makanya susah nyarinya…)

Disini masalah baru muncul, yang manakah yang saya pilih ? SMA Negeri 2 (langsung masuk karena NEM), SMF Depkes (yang mempunya jaminan kerja setelah lulus dan hanya 1 di Indonesia Timur) dan STM Pembangunan (yang peringkat 1 dan jaminan Beasiswa)…

Akhirnya, setelah berpikir, utamanya menyangkut ekonomi orang tua, saya memilih masuk di STM Pembangunan.

Uang beasiswanya saya belikan sepeda (yang sudah diidam-idamkan sejak SMP), karena bisa menghemat transport. Jarak STM ini dengan rumah adalah 7 Km, jadi 14 Km untuk pulang pergi. kalau naik angkot harus nyambung 2 kali.

Jadilah saya anak STM…………….

Tahun pertama, tidak terlalu banyak yang terjadi, cuman berusaha untuk belajar dan belajar, karena sebagian besar yang diperoleh adalah hal yang baru. Belajar tentang resistor, transistor, menyolder, AVO Meter dan lain-lain. Mungkin karena berhadapan dengan hal-hal yang baru inilah maka semangat belajar tetap tinggi. Dan sampai akhir, tetap memperoleh Beasiswa Supersemar, dimana berarti, selama sekolah 4 tahun, seluruhnya dibiayai oleh pemerintah πŸ™‚

Di STM inilah awal mula saya berkenalan dengan organisasi, dimana setelah mulai masuk sekolah sudah terdaftar sebagai anggota dalam kepengurusan OSIS (sayang udah lupa nama seksinya…). Namun mulai aktif turun di Organisasi pada semester 2, yaitu di SPM (Siswa Pencinta Mushalla – makasih untuk rekan Ronny Cahyadi, yang mendorong saya yang ogah-ogahan untuk mulai ngumpul-ngumpul).

Justru awal mula aktif di SPM inilah yang bergulir semakin cepat, seperti efek domino. Saya mulai menyukai organisasi dan segala hal didalamnya (jadi ingat, masa-masa awal ikut SPM, dimulai dengan LDK atau Latihan Dasar Kepemimpinan), termsuk intrik-intrik politiknya.

Kelas 2, sudah sangat aktif di OSIS dan menjadi Wakil Ketua OSIS (Ketuanya bernama Lukman, dari Jurusan Listrik Industri) dan akhirnya menjadi Ketua OSIS di Kelas 3.

Wah, kalau diceritakan pengalaman di STM ini, maka bisa jadi 1 buku lagi dengan 1000 halaman πŸ™‚ . Yang jelas, sangat berwarna warni, mulai dari religius sampai yang berantakan ada disini. Mulai dari rajin belajar sampai rajin tawuran πŸ˜€

Di STM inilah beberapa prestasi mulai saya raih, dimulai dari menjuarai berbagai lomba Elektronika (Juara 2 Lomba Kreatifitas Elektro Teknik, UMI – sayang yang juara 1 adalah mahasiswa UMI sendiri 😦 ), Juara 2 lomba Elektronika oleh Poltek UNHAS, Juara 2 LKS Elektro se- Sulawesi Selatan, Juara 1 Lomba Pidato se Kota Makassar, Juara 1 Lomba Baca puisi (penting gak yah….hehehe…) dan masih banyak lagi….

Bisa dikatakan bahwa tahun-tahun keemasan itu berada saat saya masih di STM.

Masa-masa ngumpul dengan teman-teman, masa-masa aktif beladiri (sampai ikut 3 jenis beladiri πŸ™‚ ), masa-masa aktif begadang (di tempat kost teman-teman…miss u guys…) dan masa-masa merenung sendiri memikirkan jati diri….

1 orang guru yang amat berkesan dan akhirnya mewarnai kehidupan dan pola pikir saya sampai saat ini adalah Pak Djamaluddin Syam. Beliau banyak bercerita tentang hidup dan kehidupan dan meminjamkan sebuah buku yang membuka mata saya. Yaitu “Berpikir Positif” atau “Positif Thinking” karya “Norman Vincent Peale.”

Akhir masa sekolah menengah atas dan masa bekerja adalah sebuah masa yang saling bertautan, jadi ceritanya akan saya gabungkan pada masa bekerja…

Masa Bekerja (NV. Hadji Kalla)

Pada akhir semester 7 (ingat, saya bersekolah di STM Pembangunan yang masa belajarnya sampai semester 8), tiba-tiba ada pengumuman yang tertempel pada papan pengumuman sekolah, berisi lowongan kerja untuk bekerja pada NV. Hadji Kalla, sebuah perusahaan otomotif yang sangat besar dan terkenal di Indonesia Timur.

Sehubungan dengan sugesti yang amat kuat sejak SMP, dimana dalam pikiran dan hati sudah tidak ada niatan sama sekali untuk melanjutkan kuliah dan memang berkeinginan untuk bekerja agar dapat meringankan beban ibu, maka saya mendaftar untuk ikut dalam test di perusahaan tersebut.

Lagi-lagi rangkaian test yang cukup melelahkan dilakukan. Mulai ujian tertulis yang lagi-lagi lebih berat dari EBTANAS (kami sudah ikut ebtanas di semester 6…) dan psikotest yang dilaksanakan secara lengkap, mulai dari pagi hingga sore (sudah 3 kali ikut psikotest, baru kali ini mengikuti yang benar-benar lengkap dan lama, sampai ada peserta lain yang muntah-muntah karena pening…) dan test kesehatan yang sampai harus rontgen segala, akhirnya saya lulus dan termasuk dari 2 orang yang masuk pada penerimaan tersebut. Total yang diterima adalah 20 orang, tapi yang ikut mengikuti pelatihan sejumlah 18 orang saja.

Ada kesalahan persepsi dari saya setelah masuk dan mengikuti training di perusahaan ini. Saya mengira akan bekerja sesuai dengan bidang saya, yaitu elektronika, sehingga yang dikerjakan adalah kelistrikan mobil, pencahayaan, tape, speaker, dan lain-lain….rupanya tidak seperti itu, saya harus benar-benar terjun ke dalam dunia otomotif, maka jadilah saya belajar apa yang disebut dengan rem, transmisi, kanvas kopling, dan lain-lain…lucunya…sewaktu masuk di sinilah baru saya mengetahui bahwa mobil itu punya lampu mundur πŸ™‚

3 bulan awal adalah masa-masa pelatihan, mulai dari belajar di dalam kelas, sampai bongkar pasang mesin dan perangkatnya pada engine trainer. Pengalaman push up, jalan kodok, disetrum dengan cara megang kabel busi dengan kecepatan mesin 3000 rpm (serius loh….) dan lain-lain mewarnai masa ini. Dan yang menyedihkan, mungkin karena memaksa dari segi fisik, pada pelatihan ini saya mulai terkena 2 kali penyakit gejala thypus (parathypus).

Yang membahagiakan adalah pada saat menerima gaji pertama, rasanya semua barang di dunia hendak dibeli, padahal hanya terima Rp. 95.000,- ….. hehehehe….akhirnya semuanya diberikan kepada Ibu sebagai tanda terima kasih kepada beliau.

Setelah 3 bulan training, akhirnya masuk kepada masa OJT atau On The Job Training selama 3 bulan berikutnya, dimana kami langsung bekerja di bengkel dengan tetap diawasi oleh 1 orang teknisi senior. Lumayan, pada masa OJT, gaji akhirnya naik menjadi Rp. 135.000,-

Ditempat inilah saya pertama kali mengemudikan mobil, dimana pada saat pertama kali mengendarai mobil dimulai dengan memundurkan Toyota Dyna yang sukses dengan rusaknya pintu kemudi sebelah kanan…hahahaha…. (saking gemetarnya, mundurkan mobil dengan pintu kemudi terbuka…sampai sekarang masih senyum-senyum ingat ketololan saya…)

Kesuksesan kedua sewaktu test drive mobil pelanggan yang melakukan servis mesin / penyetelan mesin. Sedang asik-asiknya mengemudi keliling bengkel, baru diinfokan oleh pemilikinya bahwa rem kendaraan tersebut blong, maka sukseslah berhenti dengan cara menabrak kendaraan lain yang diparkir….hehehehe….

Setelah 1 tahun di bagian mesin yang ditandai dengan suksesnya kena 8 kali gejala thypus, akhirnya saya dipindah ke bagian PDS (Pre Delivery Service) yaitu satu divisi yang menangani pemeriksaan kendaraan baru sebelum dikirim ke pelanggan. Disini juga bakat komputer yang dipelajari di STM lebih dipupuk. Salah satunya adalah saya berhasil mengungkap sebuah kecurangan yang dilakukan salah seorang pegawai disana yang menggunakan sistem jaringan (waktu itu berbasis Novell Netware) untuk memalsukan slip pembayaran. Pengetahuan WS, Lotus, dan MS Windows saya berkembang disini. Juga sedikit masalah jaringan. Padahal sangat minat dengan sistem jaringan yang ada, sayangnya bagian teknik jaringan di perusahaan itu amat sangat pelit ilmu sekali 😦

Setelah 2 tahun bekerja disini, dengan segala suka dukanya, akhirnya saya mengundurkan diri dan menjadi pengangguran selama 2 bulan πŸ™‚

Masa Bekerja (Makassar Perkasa Computer)

Setelah resmi keluar dari NV. Hadji Kalla, saya banyak merenung dan mencoba untuk kembali ke STM setelah jarang muncul di tempat tersebut. Rupanya rejeki memang tidak kemana-mana….

Setelah Shalat Jumat di Mushalla STM, lagi-lagi datang rekan sekelas saya, Ronny Cahyadi yang menawarkan pekerjaan di tempat kerjanya…saya masih ingat kata-katanya waktu itu, “Lid, ko mau kerja ? Tempat kerjaku butuh orang hardware, kalo ko mau, datang besok untuk test nah…” Hahahaha…masih terbayang cara dan dialek omongan dia, but anyway, makasih banyak sobat, kamu sudah berbuat sangat banyak untuk saya πŸ™‚

Keesokan harinya (Sabtu), saya datang ke lokasi Makassar Perkasa Computer (selanjutnya saya singkat MPC saja…) yang terletak di Jalan Harimau No. 30. Wah…lokasinya di jalan sempit, dan tokonya rupanya sebuah rumah yang disulap menjadi sebuah toko komputer. Pemandangan awal yang terlihat adalah tumpukan pita printer untuk Epson, mungkin ada ratusan banyaknya pada rak tersebut. Dan diselingi dengan Kotak Disket berbagai jenis.

Setelah nongol di pintu, Ronny langsung memperkenalkan saya kepada pimpinan MPC, seorang Bapak agak gemuk berkulit putih bermata sipit bernama Benny (kisah ancur-ancuran bersama boss saya ini akan saya coba ceritakan di kisah yang lain yah…). Dengan cueknya, dia langsung ngomong, “Ini temannya Ronny yah, coba di test dulu yah…tuh di dalam ada 2 monitor komputer yang rusak, coba diperbaiki, kalau bisa diperbaiki kamu bisa masuk mulai hari ini..”

Mati aku…boro-boro buka monitor, tau rangkaian blok monitor komputer saja lom pernah, maklum, di STM dulu hanya belajar memperbaiki Televisi…

Tapi dengan semangat “anda pasti bisa, jika anda pikir bisa” saya memberanikan diri menuju ruang hardware tempat 2 monitor tersebut tergeletak. Masih teringat sambutan ramah 2 orang teknisi disana, yang satu bernama Dani (bagian software) dan satu lagi lupa namanya πŸ™‚ yang menangani pengiriman barang. Dan memang disana tidak ada yang menangani hardware, setiap ada kerusakan monitor ataupun power supply akan segera disub ke toko lainnya.

2 monitor itu tergeletak begitu saja dipojok ruangan, satu terlihat masih baru dan satu lagi sudah agak kekuningan. Saya pertama kali mengambil yang baru dan mencoba memasukkan power listrik…

Awalnya, ada tanda elektrik pada layar, yang berarti power supply dan rangkaian tegangan tinggi bekerja, tapi dilayar tidak ada tampilan apapun. Akhirnya setelah mematikan power, saya memberanikan diri membuka casing monitor. Cukup malu juga, karena untuk membuka monitor itu harus minta tolong kepada teknisi lainnya (mas Dani), pasti dalam hati ngomong, “teknisi hardware kok gak tau buka monitor.”

Setelah terbuka…….eurekaaaa………….rupanya hanya kumparan defleksi yang terbuka dari tabungnya. Akhirnya dengan percaya diri, memasang kumparan defleksi dan segera test monitor dalam kondisi masih terbuka. Alhamdulillah, monitornya berfungsi dengan indahnya πŸ˜€ . Saya segera memanggil boss dan memamerkan dengan rasa bangga (ya iyalahh…namanya juga pertama kali buka monitor, eh, langsung berhasil….bangga doongggg…hehehehe). Pak Benny cuman manggut-manggut dan bilang,” Oke, segera packing, segel dan juallll.” πŸ˜€

Monitor kedua rupanya mengalami kerusakan biasa, yaitu kerusakan pada transistor Horisontal Output, cukup mudah, dan sama saja dengan rangkaian televisi. Dengan menggunakan motor (waktu itu saya udah memakai motor Ibu, yamaha 75), saya mencari komponennya, trus solder dan …sim salabim…monitor itu juga berfungsi dengan indahnya …..benar-benar hari yang membahagiakan….akhirnya, saya resmi bekerja sebagai karyawan di Makassar Perkasa Computer πŸ˜€

Disinilah ilmu komputer saya terasah, bahkan bisa disebutkan bahwa ilmu yang saya kuasai saat ini, sebagian besar diasah disini. Tugas sebagai tenaga hardware saya lakoni dengan semangat, walau sebagian besar benar-benar adalah hal yang baru. Namun, disela-sela kerjaan timah dan nyolder, saya mencoba mempelajari segala hal tentang software. Dimulai dengan “mengintip” mas Dani menginstall Windows dan Office, dan dengan coba-coba menggunakan HDD yang dijual (hehehe, untuk ini saya ucapin makasih banyak ke pak Benny, walaupun kadang baru saja diinstall sudah harus diformat ulang karena harddisknya laku terjual…). Saya juga belajar merakit komputer dan segala pernak perniknya.

Lama kelamaan, MPC menjadi semakin besar dan berkembang, mulai dari mengadakan mobil sendiri sampai akhirnya pindah kantor ke Jl. Cumi-Cumi di sebuah ruko berlantai 3. (masih ingat waktu pindah-pindah dan ngecet kantor disana…). Lebih berat lagi sewaktu Dani keluar dari MPC dan mendirikan toko komputer sendiri. Akhirnya saya yang full menangani software karena untuk hardware telah ditangani orang lain. Disini saya benar-benar belajar untuk menangani permasalahan dengan cepat, coba bayangkan, disini saya terbiasa menginstall 4 komputer secara paralel sambil merakit 2 unit lainnya.

Banyak cerita indah dan sedih disini, malah disinilah saya merasakan hitam putihnya dunia…mulai dari M Club, Pharoz, Zig-Zag (ayoo..orang makassar pasti tahu tempat ini..) sampai benteng, nusantara, veteran (hehehe…).

Di MPC saya mulai akrab dengan internet, mulai berlangganan indosat, nangura net dan telkomnet instan. Mulai bergabung dengan berbagai milis komputer sampai mengirim dan menerima pesanan melalui email.

Di tempat inilah saya memperdalam sistem jaringan, walaupun baru sistem dasar saja. Yaitu windows NT secara software dan instalasi jaringan fisik sederhana (crimping, setting network card, dll).

Cukup lama saya bekerja ditempat ini, hampir 2,5 tahun bersama-sama berkecimpung dalam suka duka membesarkan tempat ini. Dari hanya memiliki 1 kantor di jalan kecil nan kumuh, hingga akhirnya memiliki 2 kantor (di jalan cumi-cumi dan jalan diponegoro). Malah saat ini saya dengar sudah memiliki 4 kantor. Akhirnya tiba juga saat “perpisahan” dimana saya pindah ke kantor berikutnya πŸ™‚

Masa Bekerja (CV. Indomitra Prima Lestari – Indomitracom)

Kantor yang ini sebenarnya salah satu mitra kerja dari MPC, namun karena tawaran salary yang cukup baik dan kesempatan untuk mengembangkan diri lebih besar dan lebih menantang, saya akhirnya menerima tawaran dari Pak Syaiful sebagai “owner” dari perusahaan ini.

Disinilah bakat marketing dan usaha saya tertantang, karena dengan kantor yang cukup kecil di Jalan Kijang, supply perangkat komputer yang amat terbatas (malah sebagian besar mengambil barang dari MPC dan dijual kembali) serta pemasaran yang masih kecil saya dituntut untuk bisa survive.

Akhirnya, dengan kerjasama dengan rekan-rekan teknis yang ada (Ardiansyah sebagai teknisi software dan Nuhung Hambali sebagai teknisi hardware), kami berusaha mendobrak kebuntuan yang ada. Modal internet dan networking supplier dimanfaatkan maksimal. Perlahan namun pasti jaringan pemasaran diperkuat. Saya mencoba menawarkan jasa maintenance rutin kepada beberapa perusahaan dan sekolah. Dan akhirnya sukses di beberapa tempat. PLN Sulawesi Selatan, Yayasan Pendidikan Gunung Sari, Angkasapura, Fak. Kedokteran Unhas adalah beberapa client yang rutin dikunjungi.

Di tempat kerja inilah, bersama rekan saya Ardiansyah atau biasa disebut “Adi Gugun” mulai belajar mengoprek Linux SuSE 6,0 (ada beberapa kejadian lucu, tapi nanti deh saya ceritakan di tulisan lainnya tentang pengalaman pertama menginstall linux…). Dengan bantuan dan komunikasi dari Pak Adi Nugroho, dulu EDP di SIEMENS dan sekarang sudah menjadi Boss ISP iNterNUX di Makassar, kami turun dengan sistem jaringan berbasis linux.

Disini jugalah pengetahuan Novell Netware saya berkembang. Keberhasilan membuat diskless berbasis Novell dengan menggunakan Bootrom untuk 1 laboratorium, cukup membanggakan pada waktu itu πŸ™‚

Dengan fasilitas internet unlimited yang tersedia mengakibatkan saya cukup aktif mengikuti beberapa mailing list (belum ada yahoogroups waktu itu, sebagian besar ada di egroups.com), termasuk mulai aktif di mailing list dikmenjur@egroups.com

Keaktifan di milis dikmenjur inilah yang mengubah masa depan saya secara drastis.

Karena mulai tertarik dengan dunia pendidikan, saya mulai ikut berpartisipasi pada beberapa kegiatan yang berkaitan dengan TI di dunia pendidikan, diantaranya adalah program TI tandem (mengajar web design pada siswa SMK Negeri 1 dan 8), ikut pada kegiatan Sumpah Internet Pemuda (SIP) tahun 2000 dan Millenium Internet Roadshow tahun 2001. Kegiatan-kegiatan ini jugalah yang membuat saya akhirnya meninggalkan dunia bisnis dan terjun ke dalam dunia pendidikan secara total…

Masa Bekerja (STM Panca Marga)

STM Panca Marga ini dulunya adalah salah satu client dari Indomitracom, karena semua perawatan komputernya ditangani oleh perusahaan tersebut. Setelah beberapa kali kunjungan, akhirnya saya berdiskusi cukup panjang dengan salah satu pengelola disana bernama pak Aharuddin. Pak Ahar (begitu biasa dipanggil), menawarkan kerjasama untuk lebih serius mengelola pendidikan. Karena saat itu STM Pancamarga baru saja membuka program keahlian atau jurusan TIK (Teknik Informatika Komersial, salah satu pengembangan dari TI Tandem), sedangkan SDM dalam bidang TI hampir tidak ada sama sekali.

Akhirnya, karena kecintaan dengan dunia pendidikan, saya menerima tawaran tersebut dan mulai bekerja sebagai Ketua Program Studi merangkap wali kelas dan merangkap guru di sekolah tersebut.

Hari-hari pertama mengajar cukup mengasyikkan, dan terus mengasikkan hingga selesai. Berhadapan dengan siswa yang amat haus ilmu pengetahuan adalah dunia yang luar biasa. Hal-hal yang menurut saya adalah sesuatu yang biasa, bagi mereka merupakan hal yang luaarrrrr biasa…..

Sedih juga sih pada awal masuk untuk mengajar, melihat mereka yang sudah kelas 3, merakit komputer saja tidak bisa 😦
Membedakan antara processor Pentium 166 dengan 233 juga sulit…
Mungkin inilah potret pendidikan kita, mulai saat itu hingga hari ini…

Melihat hal tersebut, saya bertekad akan mengubah total proses pembelajaran yang ada. Semua pembelajaran untuk TI sifatnya praktek, tidak ada teori-teorian, kalaupun ada teori akan dilakukan di ruang praktek. Tugas melalui email. Yang tidak punya email tidak akan memperoleh nilai. Setiap minggu ada diskusi kelompok, membahas berbagai komponen komputer yang diambil dari majalah komputer atau brosur-brosur yang ada.

Saat pameran komputer, saya mewajibkan seluruh siswa untuk datang kesana dan membuat laporan yang berbeda untuk setiap kelompok. Ada yang bertugas untuk mencari informasi VGA Card terbaru, ada yang bertugas mencari Sound Card terbaru dan lain-lain. Setelah itu, secara bergantian mereka harus mempresentasikan produk itu seolah-olah merekalah panjualnya. Dan teman-teman mereka wajib untuk bertanya apapun seputar produk itu. Nilai diperoleh dari berapa persen pertanyaan mampu mereka jawab πŸ™‚

Terkadang pada saat pameran komputer, saya mengumpulkan di salah satu pojok ruang pameran yang tidak terpakai, melantai bersama mereka dan menjelaskan hal-hal yang belum mereka pahami. Tentu saja , sebelumnya saya harus berkeliling semua stand yang ada dan mempelajari setiap barang yang dipamerkan….khan malu kalau justru gurunya yang tidak bisa menjawab….hehehe…

Alhamdulillah, dengan konsep seperti ini, STM Pancamarga, dari sekolah yang sama sekali tidak terdengar dalam bidang TI, menjadi Juara I tingkat Propinsi Sulawesi Selatan dalam bidang Technical Support dan Juara 3 Nasional untuk kategori Group dan Juara 2 Nasional untuk Kategori TS (siswanya atas nama Nasrun) pada Lomba Kompetensi Siswa (LKS) Tingkat Nasional di Bandung pada tahun 2000. Ini dapat dicapai hanya dalam tempo 1 (satu) tahun πŸ™‚

Namun, yang namanya akhir pasti akan ada, karena konflik dengan kepala sekolah yang sekaligus pengurus yayasan juga, akhirnya saya mengundurkan diri dari sekolah tersebut. Sayang…padahal karena konsisten dengan komitmen yang saya buat dalam waktu satu tahun, kualitas disana sudah sangat meningkat..sayangnya..karena masalah ego hal itu dilupakan…tapi…show must go on πŸ˜€

Masa Bekerja (SMK Tri Tunggal 45 Makassar)

Selepas dari STM Panca Marga, bekerjasama dengan Pak Ahar dan Pak Harmanto (seorang guru saya di STM Pembangunan, yang pada saat sekolah ini didirikan menjadi Kepala Seksi Kurikulum di Dinas Pendidikan Propinsi Sulawesi Selatan), maka kami bertiga mendirikan sekolah dengan nama Tri Tunggal 45. Mengapa bernama tritunggal ? karena yang mendirikan adalah 3 orang. Dan mengapa ada angka 45 ? Karena gedung yang digunakan itu atas ijin dari Andi Sose, pemilik yayasan 45.

Wah, disinilah saya belajar dari awal untuk mendirikan sekolah. Dari mengurus akte notaris untuk mendirikan yayasan, mengurus ijin mendirikan sekolah, mencari dana untuk membangun sekolah, membeli papan tripleks untuk sekat ruang kelas, dan mencari bangku kayu untuk mengisi ruang kelas.

Tidak kalah pentingnya untuk melakukan promosi untuk menggaet calon siswa baru. Mencari guru-guru yang hendak mengajar. Hingga mempersiapkan pendaftaran dan penerimaan siswa baru.
Banyak hal yang cukup menggelikan, pada masa MOS (Masa Orientasi Siswa), ruang kelas masih belum jadi, juga meja kursi belum ada satupun, sehingga siswa masih dilarang naik ke lantai 3 (sebagai info, sekolah Tri Tunggal 45 menempati gedung 3 lantai, lantai 1 adalah gedung/aula serbaguna milik yayasan 45, lantai 2 ruang kosong dan lantai 3 sebagai ruang kelas), dengan alasan “di lantai 3 masih pengerjaan listrik, jadi banyak kabel berseliweran….” hehehe…jadi senyum-senyum sendiri….

Namun, dengan kondisi apa adanya, akhirnya mampu meraih 120 orang siswa baru, sebuah jumlah yang cukup fantastis bagi sebuah sekolah yang sama sekali baru πŸ™‚

Disekolah ini, saya merangkap sebagai Wakil Kepala Sekolah, Ketua Program Keahlian, Wali Kelas dan Guru yang mengajar 3 mata pelajaran sekaligus πŸ˜€

Yang cukup membuat gempar, sebagian siswa saya di STM Panca Marga berkeras untuk ikut bergabung di sekolah ini, padahal mereka saat ini sudah berada di kelas 2. Akhirnya, setelah perdebatan yang cukup seru dengan dinas pendidikan kota maupun propinsi, dengan orang tua siswa dan perang dingin dengan STM Panca Marga, akhirnya 8 orang pindah dari STM Panca Marga dengan konsekwensi turun kembali ke kelas 1.

Pola pendidikan di STM Panca Marga kembali saya gunakan di sekolah ini. Pendidikan IT yang cukup ketat, walaupun dengan sarana dan prasarana yang amat terbatas sekali, cukup berhasil menempa mereka. Dan akhirnya, juara umum LKS tingkat Propinsi kembali diraih dan juara II tingkat nasional selama 2 (dua) tahun berturut-turut juga terpegang.
Bahagia juga rasanya melihat hasil didikan bisa ikut “berbicara” pada level nasional.

Namun, sekali lagi terjadi kondisi seperti di STM Panca Marga….

Rupanya uang kembali bisa membutakan seseorang…

Perbedaan prinsip dan komitmen mengakibatkan saya dan pak Harmanto mundur dari sekolah ini dan menyerahkan semuanya kepada Pak Ahar. Saya malah mencoret nama dari akte notaris, agar tidak ada sangkutan apa-apa lagi dengan sekolah ini di masa yang akan datang…

Masa Bekerja (BPG Ujung Pandang / LPMP Sulawesi Selatan)

Sewaktu masih aktif di SMK Tritunggal 45, pak Harmanto memperoleh jabatan baru dan terangkat sebagai Kepala BPG (Balai Penataran Guru) Ujungpandang.

Sekali-sekali saya datang ke kantor beliau untuk mengeset komputer di ruangan beliau atau di laptop beliau apabila mengalami sedikit masalah. Hubungan saya dengan beliau dengan berbagai pengalaman bersama, sudah lebih daripada murid dengan guru, sudah menyerupai anak dengan bapaknya, sehingga dalam diskusi sehari-hari sudah sangat akrab.

Hingga pada satu waktu, saat saya sedang mengecek laptop beliau yang dilaporkan sangat lambat, beliau berkata “Lid, disini lagi ada penerimaan pegawai, mau jadi PNS tidak ?”

“Ah, gak mau pak, saya sukanya bebas saja, gak mau terikat”, kata saya

“Yah, coba-coba khan gak apa-apa, tidak rugi kok.”

“Ok deh, saya coba-coba saja ya pak”, jawab saya

Selanjutnya beliau menghubugi stafnya dan meminta 1 berkas pendaftaran untuk saya isi. Waktu itupun saya isi dengan ogah-ogahan saja πŸ˜€

Akhirnya, setelah mengikuti test yang ada, plus psikotest (yang agak gampang karena sudah mengikuti sewaktu di NV. Hadji Kalla), akhirnya saya dinyatakan lulus menjadi Pegawai Negeri Sipil πŸ™‚

Nah, kebetulan saya keluar dari SMK Tritunggal 45, jadi bisa penuh bekerja di BPG saat itu. Memang rencana Tuhan itu sulit dipahami πŸ™‚

Pertama kali masuk, saya berkomitmen untuk mengembangkan ICT di BPG. Dan pertama kali masuk ke dalam laboratorium komputer, saya langsung tertegun. Dalam pikiran cuman ada 1 pertanyaan… “Ini lab komputer atau gudang ???.”

Saya bertanya kepada salah seorang pengelola disana, “Bu…yang mana server disini yah…'”

Jawabannya, “Ini lho…'”

“Ini yang mana ?” sambil saya melongok kiri kanan…mencari di tumpukan komputer yang ada disana…

“Ini lho..yang sedang saya make ngetik…'” jawabnya bersungguh-sungguh…

“haaaaaaaaaaaaaaa…………….” sambil melongo melihat komputer dengan Windows 98 + Microsoft Word yang terpampang di depan mata…

Akhirnya terjadilah diskusi panjang lebar tentang pengertian dari server dan fungsinya πŸ˜€
Ada gunanya pernah jadi guru, jadi penjelasan saya bisa diterima.

Dari kejadian itu, saya minta ijin kepada Pak Harmanto untuk mengelola Laboratorium komputer disana. Saya meminta waktu 1 minggu untuk mengubah wajah lab tersebut.

Akhirnya, dengan dibantu dengan siswa-siswa dari SMK Tritunggal (sangat banyak siswa saya yang amat loyal, mereka tetap datang untuk mencari gurunya dan berdiskusi untuk belajar), akhirnya wajah lab. tersebut berubah 180 derajat πŸ˜€

Sepertinya saya harus menyingkat masa-masa di BPG atau yang sekarang sudah berubah nama menjadi Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) ini. Mungkin dalam curhat atau kisah yang lain akan saya ceritakan secara bertahap.

Masa Bekerja (Biro PKLN Depdiknas)

Tepat pada bulan Februari tahun 2006, akhirnya setelah menerima surat lolos butuh dari Kepala Biro PKLN, Setjen, Depdiknas, akhirnya saya merantau ke Ibukota, yaitu DKI Jakarta.

Mudah-mudahan kisah kejamnya ibu kota tidak terjadi pada diri saya.

Demikian kisah singkat (eh..apaan yang singkat…pletakkkkk….hehehe) dari kehidupan saya….

148 Balasan ke Tentang Saya

  1. Arman Idris berkata:

    Gila,
    Panjang sekali pantesan subuh belum selesai – selesai juga, bisa ditawain ke produser sinetron tuh hehehe j/k.

  2. idham berkata:

    khalidmustafa.info nya kenapa pak πŸ˜€

    welkom di blogosphere

  3. Khalid Mustafa berkata:

    Mau saya arahin kesini aja sih dham…nunggu umar utk settingin πŸ™‚

  4. Om Parcom berkata:

    Wahahaha….lupa kalau sampai sekarang masih wakil direktur CV. Metronix Makassar Utama….

  5. Khalid Mustafa berkata:

    hahaha..itu bagian lain adi, kalau diceritakan bisa satu kisah sendiri…

    tunggu aja tanggal mainnya πŸ˜‰

  6. Arsyad Salam berkata:

    Selamat bekerja ya pak…
    Riwayat hidupnya panjang sekali. Pengalamannya banyak dong
    Salam kenal

  7. Phillip R. berkata:

    Terima kasih banyak atas informasi latar belakang JarDikNas, sangat informatif dan bermanfaat.

    Semoga sukses selalu!

    Salam

    Phillip

  8. awan sundiawan berkata:

    Trims atas konfirmasi web jardiknas lama dan jardiknas yang baru. Mudah2an bisa interaktif, komunikatif, dan informatif. Salam

  9. Nhie berkata:

    waooo…panjang riwayat hidupnya…

    jadi flashback ke masa sekolah dulu….waktu pak khalid masih ngajar …

    sukses yach pak ….;)

  10. aris berkata:

    Peniliaian sepintas saya. anda pekerja yang ulet, punya pengalaman lapangan yang baik, dan mungkin) komunikatif. Jarang lho, orang teknis yang pinter nulis seperti anda. Saya salut deh. Jika benar nanti jardiknas akan pindah ke pustekkom, seharusnya Pustekkom akan memerlukan orang seperti Pak Khalid. Karena Pak Khalid merasa telah ikut melahirka Jardiknas, maka seharusnya jangan biarkan Jardiknas mati di tangan Pustekkom. Berkarya ters apa yang kita bisa. Salam.

  11. agusampurno berkata:

    salam kenal Pak Khalid
    Maju terus dengan Jardiknas nya

  12. alief berkata:

    sukses selalu..mudah2an jardiknas y bisa maju dan tidak kena imbas politik pemerintah yg korup…amin….

  13. Muh.Kasim S berkata:

    sukses buat pak kahid unik juga kisah perjalanannya yaa tapi ada yang di lupakan teman seperjuangan dari makassar yaa mungkin karena tak punya arti hingga di cueekinnnnnnnnn hahahahaha okedeh pak khalid selamat berjaung di jakarta jangan lupa daerahta untuk di supay kebutuhan dalam pengembangan pendidikan agar suslsel juga bisa maju Semoga Jardkiknas Khususnya Dapodik Tetap Akses kedepan Wassalam Muh.Kasim

  14. Ansarul berkata:

    Assalamu alaikum…

    Lupa ya dengan pengalaman ikut instalasi wartel dengan saya??? hehehe…

    Trus jangan lupa juga dengan aktifitas religiusnya dengan teman2 mushallah dan terutama dengan ustadz nya….. he he he….

    Semoga Sukes Slalu….
    Wassalam
    Ansarul

  15. byotenega berkata:

    salam kenal pak!
    Tulisannya seger dan inspiratif, terus menulis ya pak!

  16. Kusdiyono berkata:

    Salam Kenal, Pak….
    Puanjaanggg…banget …titik.
    Pak nanya dikit gimana cara membuat Bogroll di blog kita (maklum lagi taraf belajar)

  17. khalidmustafa berkata:

    @Kusdiyono, untuk blogroll, tinggal klik menu blogroll di wordpress admin bapak dan menambahkan nama dan link yang diinginkan

  18. asfiandi berkata:

    pak,kalo boleh tau doa nya apa hingga bs seperti sekarang?hehe..
    salam kenal,
    sukses!

  19. khalidmustafa berkata:

    Sepertinya yang paling tepat adalah doa ibu saya sih…

    Berulang kali sewaktu saya kecil hingga saat ini beliau selalu mendoakan agar anak-anaknya sukses…

    Mudah-mudahan tetap terwujud hingga akhir πŸ™‚

  20. habdolll berkata:

    bro, ternyata kisah hidupmu mencari kerja lumayan mengerikan yooo hahahhahaaaaa……aku masih jauh di bawah kamu.

    pantes kedewasaanmu terlihat sekali yaaaooo….. sukses selalu deh dgn ijazah SERTIFIKASINYA, maju terus ya browwww…….. salam untuk si dia (imuttt itu loohh)

  21. toyib berkata:

    Wah saya jadi terkesan lihat cerita hidup pak Khalid
    tp dari tadi saya baca ko’ g ada nama perusahaan PT. Wira Jaya nya yah?
    atau mngkn hanya numpang lewat saja, he3x.

    ok the, sukses selalu pak.

  22. khalidmustafa berkata:

    Wah, maap, saya lupa tahun berapa, jadi tidak saya masukkan. Karena saya mencoba untuk memasukkan berdasarkan urutan yang sesuai…

  23. Irwin Day berkata:

    Lid, karakter di komentar kecil sekali 😦 sudah pada tua kita nih… bacanya susah

  24. tan berkata:

    seperti membaca buku sejarah, saya! salam kenal ya pak! πŸ˜€

  25. Taufiq berkata:

    Senangnya ada teman dari STM N Pembangunan, tapi saya dari Pembangunan Bandung πŸ˜‰ Salam Kenal dari manado…

  26. eriek berkata:

    wah….panjang sekali pak kisahnya. oh ya, salam kenal ya pak dari Universitas Lampung Blogger. mudah-mudahan bisa memberikan ruang diskusi yang mencerahkan dari blog bapak ini. sukses buat bapak πŸ™‚

  27. khalidmustafa berkata:

    @tan, emang ini sejarah saya sih pak…ini aja udah banyak disingkat…hehehe…salam kenal juga

    @taufiq, salam kenal, blognya bagus juga, utamanya tentang kisah bapak itu πŸ™‚

    @eriek, amiiinn…salam juga untuk teman-teman di Unila

  28. azisd3tkj berkata:

    Salam Kenal Pak……… dari SMKN 2 Makassar… aq mau naxa pak….
    kapan km dapat sertifikat kompetensinya…….. dari jurusan teknik Informatika komersial smkn 2 makassar…. makash sebelm…… πŸ™‚

  29. khalidmustafa berkata:

    Lho…kok nanya sertifikat kompetensi ke saya ??

    Udah coba tanya ke sekolah anda ??

  30. mhzen berkata:

    Dear Mas Khalid
    Blognya bagus dan mencerahkan

    Salam kota Kota Apel Malang
    Muhammad Zen

  31. Pak, salam kenal. Blognya menarik, unik dan (kadang) lucu.

    Salam dari tetangga sebelah.

  32. mahyuddin berkata:

    Wah baru tau nih track recordx pak khalid, kisah yang panjang dan menarik dibaca, “sudah cocokmi tempatta disitu di Biro PKLN”.
    Salam Sukses dari ICT Takalar.
    Mahyuddin di Galesong, Takalar

  33. khalidmustafa berkata:

    @mhzen, makasih atas perhatiannya pak, sy cuman menuliskan apa yg ada dikepala saja, jadi kadang benar-benar spontanitas

    @arifkurniawan, makasih atas tanggapannya, waalaikum salam

    @mahyuddin, hehehe, inilah saya pak, salam utk rekan-rekan di Takalar

  34. Zulfaisal Putera berkata:

    Mas, salam kenal!
    Profil sampeyan terpanjang saya temukan di dunia blog.
    Jika ada waktu, lengkapi lagi dengan pengalaman-pengalaman khusus.
    Kelask bisa jadi biografi!

    Tabik!

  35. khalidmustafa berkata:

    hahaha…profil ini adalah tulisan kedua yg sy ketik di blog ini. Mungkin karena saking banyaknya ide dalam kepala, jadinya tertumpah semua. makasih banyak atas kunjungan dan masukannya πŸ™‚

  36. agungsulistyo berkata:

    Pak kapan-kapan mampir Ke ICT Temanggung Jateng pak !

    Kasih Kita (mahasiswa D3) Spirit dan Dukungan supaya lebih giat lagi Menyelesaikan Client Jardiknas, Dapodik dan Pustakamaya.

    Bulan ini Kami targer Memasang 7 Client Jardiknas Pak dan dikerjakan oleh Mahasiswa D3 dari Mulai Survai via GPS ke seluruh Sekolah sampai ke Pemasangan Client jardiknas berdasarkan Hasil Surbai tersebut. Kebutuhan Peralatan disesuaikan hasil Perhitungan Link Budget dari hasil Survai sehingga bisa menghemat pembelian Peralatan yang berlebihan.

    Yah Moga AJa pak berkunjung kesini Kasih Support Ama Kita !

    best Regard,

    Agung Sulistyo
    Koordinator MHS D3 2006/2007
    SysAdmin ICT Temanggung
    Pendamping Bagren Disdik Temanggung.
    f4lcon16 @ gmail.com
    http://www.agungsulistyo.co.nr

  37. macanang berkata:

    waks puanjang… maaf gak sempat baca semuanya.. salam kenal pak!

  38. Ucup Supriatna berkata:

    wah asik juga yah masa perjuangan pak khalid. Semoga lebih berhasil dalam mengembangkan pendidikan di Indonesia

  39. abd azis berkata:

    Kan Bapak yang menguji kami waktu itu…. jd aq nax ke bapak…. tentang serifikat

  40. Raptor berkata:

    Salam kenal pak…ceritanya lumayan singkat…kalo diceritakan semuanya pasti bakal jadi satu buku….saya tunggu bukunya ajalah pak…thanks

  41. khalidmustafa berkata:

    @agungsulistyo, amiinn..mudah2an ada tugas kesana, salam dengan teman2 dan adik2 d3 tkj.

    @macanang, salam kenal juga yah…

    @ucup supriatna, yah…ginilah cerita saya …mudah2an bisa jadi pelajaran utamanya bagi saya sendiri.

    @abd azis, coba tanyakan ke kepsek anda. Tugas sy adalah menguji kompetensi dan bukan mengeluarkan sertifikat. Coba juga komunikasi dengan guru pembimbing waktu itu.

    @raptor, hahaha…mana ada orang yg mau baca buku biografi seorang khalid πŸ˜€

  42. erickningrat berkata:

    salam kenal pak you r my inspiration…..

  43. bibomedia berkata:

    πŸ™‚

  44. fahroe berkata:

    weik,.. lengkap kali…

  45. Saiful Adi berkata:

    suatu kisah nyata yang baik, ak bbrp kali ketemu Mas khalik klo ada acara seminar dikmenjur, orangnya emang ramah n pintar…. semoga sukses terus mas Khalik

  46. Saiful Adi berkata:

    eee lupa… klo link tulisan mas khalik bolehkan… (misalnya topik tarif IM3 gt…)

  47. khalidmustafa berkata:

    @erickningrat, salam kenal juga yah…semoga inspirasinya ke arah yg lebih baik πŸ™‚

    @fahroe, hihihi, padahal dah banyak disingkat lho πŸ˜€

    @saiful adi, makasih banyak pak, dan utk link, silakan saja, asal membuat orang lain tambah pinter

  48. ada deh berkata:

    lidddd…melepas kekkasih dari bandung menyeberang jalan di malam hariii hiksss sedihhhh ….

  49. habdolll berkata:

    Pengadaan naskah ujian akhir nasional pd diknas sulsel tidak mempersyaratkan securityprint, padahal naskah UAN kategori dok. Rahasia Negara. Mohon diingatkan.

  50. Sunardi berkata:

    Wah. Baru liat nich. Kayaknya Bisa buat buku Bibliografi (maaf kalau salah sebut, udah lama ga baca buku).
    Alangkah bagusnya kalau dilengkapi lagi cerita bagaimana sampai bisa hijah ke Ibu Kota dan prosesnya, serta bagaiamana perjuangannya di sana

    Kesuksesan Bapak, diharapkan dapat membuat generasi yang sesukses dgn bapak

    Sukses selalu.

    By:
    Orang yang selalu kagum dengan gerak langkah Bapak walau Bapak tdk kenal saya.

  51. Ansori berkata:

    wah panjang n lengkap banget.. bacanya aja belum sampe tuntas…
    hehehe

    btw .. lam kenal pak khalid

  52. khalidmustafa berkata:

    @habdoll, maksudnya apaan yah ?? apa sy harus hubungi panitia disana ??

    @sunardi, wah…tak kenal maka tak sayang…boleh sy juga kenal anda ?

    @ansori, hehehe…jgn dipaksain baca semua pak, nanti bisa2 keram tuh…dibawa santai saja….btw…salam kenal juga pak.

  53. SULFIANTI berkata:

    Salam Kenal Pak dari diknas Kab. wajo

    Wach ceritanya panjang banget dari lahirnya seorang bayi sampai kerja di tulis semua, memori pak khalik patut diajungi jempol, PKLN memang butuh seorang figus seperti pak khalik…………..! Maju terus pendidikan anak bangsa.

  54. Ria berkata:

    salam kenal….panjang banget tag aboutnya….hihihihi…salut pak….maju terus… πŸ™‚ salam ya buat orang2 dimakassar…jadi kangen pulang

  55. Ebiet berkata:

    Wah saya sebagai orang Makassar salut sama perjalanan hidup P Khalid…
    Sukses ya Pak… dan jangan takut untuk keluar ‘kandang’ agar dapat lebih berkreasi lagi…

    salam…

  56. Fikri Rumi berkata:

    wihhh…akhirnya ketemu lagi deh di internet…….btw, kok kisah asmaranya gak dimasukkan?? sudah berapa nih kemenakan?? πŸ™‚ πŸ™‚ πŸ™‚ salam dari surabaya

  57. khalidmustafa berkata:

    @Sulfianti, makasih banyak dan salam kenal juga…

    @Ria, wah…minggu depan (tgl 20-23 maret) khan ada libur panjang, sy balik ke Makassar tuh

    @Ebiet, makasih…emang harus sering-sering “keluar kandang” agar gak jadi “macan ompong” πŸ˜€

    @Fikri, Fikriiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii…..akhirnya jumpa nehhhh, kapan lagi “gila” bareng…Eh, sabtu ini (tgl 15 Maret) sy di Surabaya, rencana nginap di Tunjungan…kontak2 aja yah

  58. Azhar Arranirie berkata:

    Wah asyik juga tuh pak ceritanya, sampai-sampai bisa nurunin rating film Ayat-ayat Cinta…becanda pak….Suksus selalu untuk pak khalid

  59. ewot berkata:

    wehhh….akhir2 ini saia liat BOTD, antum sukses menggulingkan blog yang undisputable Rahardjo….selamat…..sekali lagi selamat menulis/melengkapi epos anda ini………

  60. farid berkata:

    weleh weleh, panjang banget kisah hidupmu.

    bagaimana nih kabarnya ?

  61. ahmad berkata:

    Assalamualaikum Kak Halid
    wah……..gak nyangka ternyata Mas ini Senior saya di STM…
    sama……….dulu saya jg anggota SPM disana…..cuma sayang sekarang SPM agak Vakum kak…Kata temen-temen sih skrng mulai di hidupkan lagi…….
    oh ya,……saat ini STM sudah semakin cantik dan hebat kak……)
    fasilitasx dah bagus-bagus……….cuma gak tau SDM nya nanti gimana…….mudah2an tetap bersinar deh kayak kakak……..
    ok deh………sekian dari saya
    salam ta’aruf……nama saya ahmad (http://achfan.multiply.com)
    wassalamualaikum

  62. nurhidayat berkata:

    Ooo.. begitu ceritanya pak khalid. Semoga sukses di diknas ya.
    alfin @ palembang

  63. tanpabendera berkata:

    Salam Damai…
    Salam Perjuangan …

    BLOG nya bagus, semoga bermanfaat buat kita semua …
    jika berkenan kunjungi BLOG kami di :

    http://tanpabendera.wordpress.com/

    terima kasih atas waktu dan cinta anda …

  64. handysatria berkata:

    blognya bagus banget

  65. Sugiharto berkata:

    Ass. ‘lam kenal.
    Waduh waktu di Malang acara Fornas Jardiknas,saya kenalannya hanya ombyok-an(rame-rame…hee..hee) Karena bapak sebagai seleb dan saya sebagai pengagum duduk di belakang……..
    Wah uraiannya lengkap disini dari pada di Fornas Jardiknas.
    Terimakasih banyak sekali………………… informasinya.
    Maju terus, selamat berjuang!!!!!!
    Wassalam.

  66. salam kenal mas πŸ™‚

  67. papabonbon berkata:

    oom tukeran link ya ….

  68. addiehf berkata:

    Maaf Pak mo tanya, Bapak kan punya Weblog neeh jadi Bapak Blogger dong ato bukan?

  69. Jaya berkata:

    wah…tinggal disulap dikid…bisa jadi sebuah novel πŸ™‚ . Kok yg dilpmp dikid doank pak ? kisah waktu maen xian sama-sama diICT belom direlease kayakNa… xixixiixii. Good Luck buat my teacher, jadi rinduu….kapan ke manado lagi ?

  70. khalidmustafa berkata:

    @Azhar, waduh…AAC itu dah jutaan yg nonton, klu blog ini, yg baca aja lom nyampe 50 ribu…hehehe

    @ewot, makasih banyak…semoga sy juga bisa tetap konsisten disini…

    @farid, Alhamdulillah, baik2 saja πŸ™‚

    @Ahmad, iyah..SPM juga menyisakan banyak kenangan “indah” ke saya. Masih ingat masa-masa ikutan LDK (Latihan Dasar Kepemimpinan), berbagai pengajian dan kegiatan lain πŸ˜€ Jadi inget masa2 STM…

    @nurhidayat, inilah saya pak πŸ™‚

    @tanpabendera, makasih banyak, semoga sukses juga kepada anda

    @handysatria, makasih banyak πŸ™‚

    @sugiharto, wah, di Malang itu bener2 berkesan. Soalnya baru kali itu berkumpul semua tim TI secara nasional. Mudah2an kapan2 ada kegiatan serupa lagi…

    @teguh, salam kenal juga…

    @papabonbon, monggo πŸ˜‰

    @addiehf, saya seorang blogger…

    @Jaya, justru klu saya tulis, nanti bener2 jadi Novel tuh jaya. Ke Manado ? Tinggal diundang aja kok πŸ˜‰

  71. dian berkata:

    salut dgn ceritanya mas khalid

  72. basuki34 berkata:

    Salam Kenal Bung Khalid………
    Otobiografinya panjang banget tinggal dikirim ke percetakan trus bisa langsung di terbitkan tuh, hehehehehehehe…………

    Sharing ilmu nya dong………

    Kalo pintar belum jaminan bisa sukses tapi kalo nasibnya bagus bisa ada peluang bisa jadi sukses……..

    Basuki Rachmat
    SMK Negeri 34 Jakarta

  73. Achmad Rofiq berkata:

    Pak. Saya pengen kenal aja. Salam buat Pak Gatot dari orang malang yang gila ini.

  74. Puaaaanjang buaaannget halaman ‘about’nya… hahaha… salam kenal dari saya.

    ardian

  75. ARIF NURUL H berkata:

    wahhhhh…………. pusing ada AAC segala…

  76. MantanPenghulu berkata:

    Pak Khalid, Kapan Married?? lol (korban iklan)

  77. ujang Efendi berkata:

    pak Khalid pa kabar kapan ke Lampung lagi. saya mau dong kerja ke ibukota kayak pak Khalid gimana caranya. saya pegawai Perencanaan Dinas Pendidikan Lampung Selatan dan sedang mengikuti Kuliah beasiswa D3 TKJ yg diselenggarakan Biro Perencanaan dan KL, semoga Bapak SUKSES di IBUKOTA

  78. akhmad berkata:

    serius…. ini pak khalid..?? ta pikir orangnya tua. ternyata sama ma kakakku umure…:D

  79. ammar berkata:

    senang berkunjung di blog anda dan berkenalan dengan anda.

  80. agn berkata:

    panjaaaaaaaang juga ceritanyaaa..

  81. Ujang Resmi berkata:

    Your story is full of inspiration. Gue senang bacanya walaupun agak panjang, bisa dibuat per eposode pak, ceritanya sunggu bagus buat renungan bagaiamana caranya untuk sukses, gue juga guru..dan ada sedikit persmaan dgn ceritanya..dan paling berkesan cerita masa kanak-kanaknya penuh perjuangan..Salut buat pak Khalid. Salam kenal dari saya di Pekanbaru.

  82. wah….. banyak sekali ceritanya ya…… apa lagi kalau ketemu, trus diceritakan … wah bisa tidur nich :). Salam kenal aja mas….. dari kendal (pasukannya pak kasmadi- Solo )

  83. halo pak khalid … kisah ini bisa dijadikan bahan renungan buat anak2 didik kita yang sekarang. moga2 mereka mau menjadi pekerja keras dan cerdas seperti Pak Khalid.

    salam dari negeri di awan,
    Mozes
    SMK Andika Mebali, Tana Toraja

  84. Robby Kasamuddin berkata:

    Kopi susu abis 4 gelas buat nemenin baca profil Pak Khalid :D, tapi setimpal dgn pengalaman yg sy ambil dari pengalaman hidup bapak, mirip banget dgn kisah hidup sy πŸ˜€

  85. Masanda PK berkata:

    Biografi yang kumplit menurut sayahmah, Met kenal dari orang Majalengka Jawa Barat

  86. agus berkata:

    pak..mo nanya aja….diknas kok di hack orang ya….download linknya

  87. Ronny C. berkata:

    Ass. Wr. Wbr.

    Wah, panjang banget isinya ……..
    Eh, nama saya ada juga tho di sini. Jadi beken dong πŸ˜€

    Salam dari Dinas Pendidikan Nasional Kab. Barito Selatan, Kalimantan Tengah

    Merdeka !!!!

  88. khalidmustafa berkata:

    Lho…ron, u di dinas pendidikan Kalteng ? Ada email ? Nomor telepon ? HP ?

    Dah bertahun-tahun tidak bertemu, malah ketemunya di blog saya nih…

  89. herman berkata:

    salam kenal

  90. Ronny C. berkata:

    Salam sua kembali ………

    Mudah-mudahan kali ini postingnya gak ngadat lagi …… 😦

    Klo email, ada beberapa sih. Yg sering di pake : macan.jingga@gmail.com, atau mentari_kelabu2004@yahoo.com
    Klo email kantor, diknas_barsel@yahoo.com

    Nomor HP …… ehm, ehm …… ntar saya dikirim lewat email aja yach …. πŸ™‚

    Salam buat seorang Ibu yang sangat saya kagumi….. Ibu Rakhmatia (mudah-mudahan nama beliau gak salah…..)

  91. Ira Damayanti "Skylar" berkata:

    Pak Khalid, saya iseng2 browsing eh, ketemu blog ini.. hehe… πŸ™‚
    Salut atas perjalanan hidup Pak Khalid…!
    Saya sebenarnya juga sangat peduli dengan dunia pendidikan.. Selain menjalankan bisnis saya, dulu saya juga sempat menjadi asisten dosen di sebuah universitas swasta ternama di Jakarta. Berbekal surat rekomendasi dari pembimbing saya (yang juga mantan Dekan di kampus saya dulu di Bandung), saya sempet menjadi assdos selama 3 tahun ,mendampingi dosen utama dalam 5 mata kuliah.Kalo dosennya gak masuk, maka saya juga ikutan ngajar.
    Sebenarnya sih moment2 mengajar tsb sangat2 membahagiakan, terutama melihat mahasiswa saya antusias dengan apa yang saya berikan, baik metode yang baru maupun ilmu teori dan sharing pengalaman lapangan yang saya alami sebagai praktisi .. yang tentu saja apa yang saya berikan membuat mereka bisa lebih pintar dan maju.. dan bakal sangat berguna untuk terjun di dunia profesi/kerja nantinya.

    Cuma terkadang saya terbentur dengan masalah idealisme.Ternyata semangat saya dalam memajukan mahasiswa saya dengan mentransfer ilmu dan sharing pengalaman lapangan yang saya miliki , belum tentu membuat “atasan saya” hepi .Ilmu yang saya ajarkan… katanya terlalu canggih..( heran, mau ngajarin yang pinter kok gak boleh, katanya ngapain susah2 bikin orang lain pinter… Kalo mahasiswnya lebih canggih, nanti dosen lainnya kalah canggih kan malu, apalagi nantinya kalo mereka lulus akan jadi saingan dosen dalam mencari proyek). Intinya sih dosen2nya juga banyak yang malas memperkaya ilmu.. Jadi berasa udah yang paling pinter aja dan gak mau dikalahkan mahasiswanya.Tapi malas untuk meng-update ilmu! Wah, ya repot!

    Selain masalah idealisme , salary kami, para pengajar, jauh dari layak mengingat kampus tsb terkenal kampus mahal tapi welfare buat dosennya tak memadai.
    Apalagi untuk mengadakan riset dan mengejar beasiswa juga sulit k,arena riset dan beasiswa lebih diperuntukkan / diutamakan untuk pengajar yang alumni kampus tersebut, meskipun dekan dan beberapa pengajar dan pembuat regulasi di kampus itu juga bukan alumni kampus tsb, malah melainkan lulusan kampus saya.

    Tadinya saya berpikir mengikhlaskan itu semua, ya sudahlah..itung2 amal jariyah.
    Membuat mahasiswa saya tambah pintar aja merupakan kebahagiaan tiada tara buat saya.
    Well,tapi karena ternyata mengajar juga membutuhkan komitmen yang menyita waktu dan (ternyata) biaya lebih besar pasak daripada tiang, lebih besar biaya transport dan makan (kantinnya mahal) daripada welfare yg saya dapat, jadi saya dengan berat hati…. meninggalkan mahasiswa2 saya dan makin serius belajar menekuni dan mengembangkan bisnis..
    Dan sekarang perjalanan saya adalah bagaimana belajar menjalankan dan mengembangkan bisnis saya sebaik mungkin…… termasuk kemudian menjadi klien di institusi Bapak! hehehe…
    Pak Khalid, terima kasih atas semuanya! Bimbingan dan bantuan Bapak sebagai klien saya juga sangat berarti bagi pengembangan bisnis saya yang masih hijau di dunia bisnis ini………
    Selamat bertugas di tempat yang baru, semoga usaha dan kerja keras Bapak membuahkan hasil yang manis… πŸ˜€

  92. nenyok berkata:

    Salam
    Kisah yang sangat menarik. Salam kenal aja dari saya πŸ™‚

  93. aRuL berkata:

    ooo bapak dari makassar yah πŸ˜€
    saya beberapa waktu lagi ikut program PKLN lho πŸ˜€

  94. nefi berkata:

    salam kenal buat mas khalid
    pengalaman nya panjang x……..
    salut evi dengan perjalanan mas….

  95. Agus Wibawa berkata:

    hello,

    Salam kenal dari salah satu peserta Eii-Forum kemarin.

    Nice to meet u bro.

  96. Endah berkata:

    salam kenal juga pak…

  97. khalidmustafa berkata:

    Salam kenal kembali untuk semuanya, makasih banyak dah meluangkan waktu membaca catatan kecil di blog ini πŸ˜€

  98. yust berkata:

    panjang juga pak catatan kecilnya…judulnya mah di ganti catatan sejarah aja..he..he…he, btw good luck..sukses selalu pak. semoga masih inget pernah ketemu dan ngobrol dengan saya..di ruang pak gatot…

  99. bayubintoro berkata:

    ehm.. bisa jadi cerpen yang inspiratif. Jadi ingat lagunya iwan fals “ujung aspal pondok gede”. boleh kasih alamat emailnya mas…? pake mas aja ya (SKSD)

  100. aisonhaji berkata:

    wow ! kok ya bisa ya Pak Khalid ingat masa hidup sedemikian panjang. Sip deh ! kapan – kapan maen ke blog ini lagi.
    Salam kenal ya.

  101. ahsinmuslim berkata:

    Assalamu’alaikum…
    salam kenal pak khalid
    ini adalah postingan terpanjang kategori “tentang aku” yang pernah saya temukan dalam perjalanan di dunia blog selama ini (baru 6 bulan sih, he..he..)
    salut!!

    tetap semangat!!

  102. Agus Wandy berkata:

    Assalamu alaikum partner….

    Wah.. wah… hebat bro…., salam rindu dari teman seperjuangan, kadang numpang dibonceng sama pak khalid pake motor yamaha hijau dulu (walau mungkin nggak sempat ditulis di blog….)

    Salam dari Wandy di Bone (kalo ada info email saja ke agus_wandy@telkom.net) masih banyak yang mau saya konsultasikan…..

  103. raju PaRcOMz berkata:

    assalamualaikum…….

    wah…..wah…..wah…

    panjang banget ceritanya…..

    sampe2 saya bacanya kesakitan mata di depan notebook……
    abis seruh baget nichhh….

    o ya….
    di tulisnya berapa lama yach….
    jangan bilang cuma semalam…..

    salam
    (raju ict parcom)

  104. khalidmustafa berkata:

    @yust, kalau diganti catatan sejarah, lama2 saya nambah lagi πŸ™‚ Ini masih banyak yang kelewat sebenarnya sih…

    @bayubintoro, email ada di menu hubungi saya sebelah kanan mas πŸ˜€

    @aisonhaji, iyah..kebetulan waktu nulis ini otak sedang segar-segarnya, jadi tulisan ini mengalir seperti air saja, dengan amat deras

    @ahsinmuslim, bisa dimasukkan ke Guinness Book of Record dong…hehehehe

    @Agus Wandy, waaahhhhh…dah lama gak ketemu neh…masih ingat ngantar2 barang sewaktu di Indomitracom ? Gmn bisnis percetakan di Bone ?

    @raju, emang semalam kok, malah gak sampai semalaman. Cuman beberapa jam aja.

  105. solikinws berkata:

    Pak Khalid emang T O P B G T S K L blognya dahsyat

  106. Irwan Karim berkata:

    Ces…. Kau ingat saya ????? saya skrg naik pangkat ces, dari tukang di kantor, jadi GURU di sekolah… Kontak aku ASAP… aku mo blajar banyak tentang gimana caranya mo jadi Guru yang baek dan Tetap ganteng ahahhahaha…

  107. prayudi berkata:

    salam kenal mas khalid saya beberapa kali bersinggungan dengan seamolec sejak jaman pak prof soekartawi, bagus maju terus seamolecnya apalagi dibawah nakhoda yang baru

  108. faisal berkata:

    sip bang khalid, emang top……………………..
    masih ingat pertama kali liat namanya bang khalid di warnet jl.sunu warnet nya ka` naldy pribadi (siemens) salah satu warnet linux thn 1999…….bang khalid lagi mengarahkan team nya……gagah mentong πŸ˜€

    salam,
    faisal jabir
    http://lihat.wordpress.com

  109. DwiCy berkata:

    Beawal dari terlalu seringnya muncul nama khalidmustafa di mailinglist dikmenjur dengan berbagai ide-ide dan pemikirannya. Ada niatan hati tuk mengetahui lebih dalam tentang siapa dia? (kayak kuis siapa dia, aja). He.. setelah melihat blog, niat hati menelusuri item ‘tentang saya’….. ah… baca ….

    eh..eh.. ternyata panjang amat perjalanannya. ingatan bang khalid luarbiasa… mulai dari kecil (he..he.. hayoo sering dicubitin pipinya ya.. ama temen2 ibu waktu diatas mobil)… ah.. capek bangek ngebacanya…

    akhirnya… kubaca cepat aja. (untuk pernah penataran speed reading).
    Kesimpulanku tuk p.khalid…. TOP BANGETTT..
    Salam dari saya pak… monggo mampir ten blog.

  110. dobelden berkata:

    kapan loncing otobiografinya pak πŸ˜€

    hihihi

  111. clicktimes berkata:

    sebenarnya hal apa yang paling menginspirasi Bapak selama ini? dan motivasi yang mendasar selama ini apa?

  112. drawhy berkata:

    selesai tarawih trus buka PC sambil jajalin internet gratisan dari telkom speedy promosi 20.00-08.00, mulai browsing nga nyangka sampe k blog ini jam 1an tadinya cuma lg baca2 masalah perang tarif telepon. trus nyampe d blog mas khalid ini tanpa sadar masuk d link Tentang Saya {jujur aja salah klik niatnya sih mo nutup tab browser…. πŸ™‚ } tapi akhirnya tertarik baca juga…
    Trus jadi inget masa lalu juga. Kayaknya nga jauh beda otobiografinya.
    Jadi pengen ikutan nulis…. πŸ™‚ ato ngaktifin blog lagi yg pernah terlupakan.
    Akhirnya jardiknas jadi deh di bawah Pustekom manajemennya…..
    udah 2 bulan ini berantakan ta’ kunjung rapi. Gmana yach? msh ikut berkecimpung nga….
    oche deh, salam hangat aja dari 023-03 and trus berkarya….

  113. abd majid berkata:

    Asik juga bacanya sampai ngak terbaca semuanya, hehehheeh
    masih ada yang belum terpenuhi tuhhhh
    Kapan anda maried nya, jangan asik dengan kerjaan, lupa dengan berumah tangga,

  114. Surya berkata:

    Pak Khalid, salut!! Tadinya sih karena penasaran dengan resensi Bapak ttg Laskar Pelangi the movie, malah jadi nyasar-nyasar sampai kesini.. Inspiratif! Tapi fonts comments ya mungil amat yah Pak? Terus maju ya Pak khalid…

  115. bimoseptyop berkata:

    ymnya apa pak?
    bisa sharing nih

  116. Andi berkata:

    aga karebata tu.. madeceng mua…sellengku sibawa makassar di’..
    Akhirbnya ketemu sama org makassar ..nggak sengaja td sy lg cari di google, tentang Pengadaan barang dan jasa, wlhasil ketemu blog dirimu….keren penjelsan nya coi…
    sebelumnya aku udah pernah tau dengan KEPPRES 80 itu , bahakan akrab n semapt jadi bantal tidurku di koasn, secara jadi mata kuliah dulu…ekh setelah tamat n penempatan,,yah kok masuk Bea Cukai…n dua tahun sambil menunggu cpns n pns, semuanya yg berhubungn dengn Jurusan specialisasi pas kuliah nya jadi nggak nyambung, dari PERBEnDAHARAAN dengan Pegawai Staff di BEA CUKAI…n tak lama kemudia,, saya dihadapkan dalam pengadaan barang dan jsa, nah udah mulai lupa, begitu review lagi posting ta’..langsung ingat lagiiii……..

    postingan yg sangat bermanfaat…..ngomong2 sekarang posisi nya udah dimn?
    ad friendster nggak, minta alamat email dong? siapa tau bisa sharing hal2 lain..ok thank, email aku andikaiichinose@yahoo.com (at friendster too)

  117. Alfian berkata:

    Assalamu alaikum kak. perkenalkan saya Alfian, siswa STM Pembangunan kelas 2. sebnarnya saya tidak sengaja menemukan blog kakak. saya cuman iseng-iseng mencari kata (Siswa Pencinta Mushalla). Pertama saya berpikir SPM itu belum tercover dunia maya. namun setelah disearch. blog kakak yang muncul. saya cukup bersyukur bisa menemukan kakak yang berorganisasi dengan organisasi yang saya pimpin sekarang ini. di SPM saya menjabat pelaksana tugas Ketua SPM karena ketua spm nya sibuk di OSIS. Jadi saya Yang diamanahkan jadi ketua. Alhamdulillah SPM dah banyak kemajuan. dengan waktu kurang lebih 6 bulan yang diberikan, SPM dah mengadakan kegiatan2 besar, seperti Cafe SPM dan Bazar Buku Islami pada porseni, Pasar Murah bagi 200 orang miskin, Santunan Anak Yatim, Sahur On the Road keliling makassar yang diikuti ratusan siswa, dan pembenahan fisik mushalla. sekarang mushalla dalam tahap rehabilitasi. yang kerja kami-kami anak SPM. Nah kalau boleh, fian minta kakak beri saran-saran buat kami dong demi kemajuan SPM dan mushalla sekolah. nih alamat emailku, alfian05@gmail.com. makasih

  118. ahmadroda berkata:

    waduh….
    sampe ketagihan membacanya nih….
    hi hi hi

  119. Nurta San berkata:

    wah sama-sama orang bugis-makassar nih πŸ™‚ blognya bagus & rame, boleh tukeran link ngga? πŸ˜€
    just add my link & leave a message on my GuestBook if you interested…

    salam kenal ya! πŸ™‚
    “ewako makassar” πŸ˜€

  120. Wawan berkata:

    knp pindah posting? emang lebih bagus y?
    minta saran untuk membuat blog.
    tolong kasih tau berapa ukuran banner pada header? apakah ukuran pada blogger sama dengan wordpess? apakah pada banner header bisa disertai animasi? klo bisa harus bagaimana

  121. Elba berkata:

    wahhh… Mantap Mentong Blognya pakk.. Infonya ajach dah bisa jadi buku palagi yang lainnya..berkaraya terus pak buat pendidikan…

    salam
    elba secret – ParcomZ Community
    ^_^

  122. ABdullah berkata:

    Salam kenal ya Pak,
    Kisahnya Faktual,detil, dinamis, gigih dan heroik.
    semua pembaca pasti terkesan dan bahkan terinspirasi.
    Sukses selalu untuk Pak Khalid.sudin dikdas jaktim.

  123. Ade berkata:

    ck ck ck…………………
    lam kenal mas
    suka saya dengan orang kayak mas ( tp sy bukan penyuka sesama lelaki bos )
    luar nya aja uda luar biasa apalag dalam nya…
    terus bekerja untuk membantu rekan2 yang membutuhkan..
    Brav pak khalid

  124. Nasrun berkata:

    Salam kenal pak, sy salut atas dedikasi dan semangat pak Khalid dulu selama di BPKLN sama pak Gatot. Jardiknas yang telah di rintis lumayan hebat dalama segi ide dan semangat cuma kenapa terlalu cepat ditinggalkan?????….. Jardiknas sekarang ibarat anak ayam yang ditinggalkan ibunya…(Tapi Pak Khalid bukan induk Ayam kok…)Maaf pak sy adalah seorang guru d Kab. Takalar, Sulsel… Jardiknas kami matol, diknas lempar tanggungjawab, Pustekkom juga tdk punya peran… bgm dengan Jardiknas ke depan, kalo sekarang sj sudah begini???
    Wassalam..

  125. throwinside berkata:

    halo om khalid. imelnya apa yah? ada yg pengen didiskusikan nih πŸ™‚

  126. romi berkata:

    suatu blog yang sangat bermanfaat. terima kasih untuk berita dan informasinya πŸ™‚

    salam hangat,

    romie
    http://www.engineeringtown.com

  127. Muhammad Galib berkata:

    Saya bangga punya senior seperti beliau, betul-betul perjalanan hidup. Saya juga mencoba hal yang sama kaya beliau.

    Sekarang STM Pembangunan Makassar berubah nama sebagai SMK Negeri 5 Makassar.

    Bahkan Nama SMK Negeri 5 Makassar ( STM Pembangunan ) telah diperhitungkan dikancah Nasional, dan telah menorehkan nama SMK Negeri 5 Makassar ( STM Pembangunan )telah menorehkan namanya dikanca internasional ( world skill )

    Terima kasih

  128. Stein Ponowu berkata:

    wah..riwayat mu dulu..kwkwkwk
    pa khabar bpk…q yang keren abis..
    msh ingat kah enggkau padaku…
    yah..terima kasih aja yach..
    kalo ingat masa di panca marga dulu..
    pak..khalid minta dongk FB-nya..

  129. khalidmustafa berkata:

    Stein, FB saya coba search aja dengan nama Khalid Mustafa, pasti dapat kok πŸ™‚

    Trus, blog ini sudah jarang saya update, kebanyakan tulisan sudah di link ke blog yang baru di khalidmustafa.info

  130. Taupik Nurhidayat berkata:

    Seru ceritanya tapi kisah sedih hampir mirip juga… dimana saya keluar masuk SMK dari mulai SMK Swasta sampai SMK Negeri dengan satu cita – cita mengembangkan TIK Diknas tapi sehubungan dengan anggaran terbatas yang jadi alasan kepala sekolah untuk tidak mempercayakan sepenuh hati pengelolaan sistem TIK (mungkin juga karena saya bukan pegawai negeri).
    Padahal saya punya komitmen dimana pun saya berada asal di fasilitasi saya mau mengembangkan TIK.

  131. djunaedy berkata:

    Pemberitahuan bahwa blog Bapak/Ibu telah kami daftarkan sebagai peserta Festival E-Pendidikan yang diselenggarakan oleh PUSTEKKOM KEMDIKNAS. Untuk informasi lebih lanjut Bapak/Ibu bisa mengakses website kami di http://jardiknas.kemdiknas.go.id/e-pendidikan/

  132. Ridwan berkata:

    Waaaah jadi gimana dong Bung Khalid pelaksaan DAK SD/SMP ini waktunya pendek pake UU No berapa !!!! atau peraturan yang mana yang tepat kami tunggu

    Tks Pak khalid ( Ewakko)

  133. khalidmustafa berkata:

    @Ridwan, rencana akan ada peraturan dalam bentuk Surat Edaran Bersama antara Menteri Dalam Negeri, Menteri Keuangan, dan Menteri Pendidikan Nasional yang menyatakan bahwa apabila dana DAK tidak dapat terserap pada tahun 2010, maka sisanya akan dianggap SLIPA 2011 dan dapat diteruskan tahun 2011.

    Silakan menunggu surat resminya beredar. Dan saat ini segera percepat pelaksanaan pengadaan sesuai Perpres 54/2010.

    Sekilas info, blog ini sudah tidak aktif lagi, silakan membaca info2 terbaru di blog http://khalidmustafa.info

  134. arfan berkata:

    …lid, itu yang saya baca sudah komplit bener ama yang asli, masih kurang kenangan yang diKPU kota mks waktu set perangkat dikecamatan…ooo iyaa kurang lengkap kalau tidak tulis wasiat sekalian….hehehehe!

  135. Agustine berkata:

    Asslamu’alaikum, salam kenal ya pak..

    niatnya nyari materi soal untuk pelatihan pengadaan barang dan jasa, eh..nyasar ke blog pak khalid, ceritanya asiik banget, jadi kepikiran kenapa saya nggak nyoba buat blog juga ya..?hehehe

  136. pujiono berkata:

    “Tepat pada bulan Februari tahun 2006, akhirnya setelah menerima surat lolos butuh dari Kepala Biro PKLN, Setjen, Depdiknas, akhirnya saya merantau ke Ibukota, yaitu DKI Jakarta.”

    bisa cerita sedikit pak, bagaimana kok bisa menerima surat lulus butuh dari kepala biro pkln dan pindah ke jakarta dari daerah… thanks..kayaknya sangat heroik banget ceritanya.

  137. edi gunawan berkata:

    Asslamualaikum,………
    Maaf pak mnganggu kami mau nanya, kami mau mengadakan lelang jasa konsultan perencanaan 2 paket dengan nilai 98 juta dan 80 juta, kalau jumlah tersebut termasuk dalam seleksi sederhana kah pak dengan prakualifikasi. trus (WAJIB ) kah d umum kan lewat website,…?????? seandainya d umumkan hanya lewat papan pengumuman tidak terbentur dengan aturan kah pak. mohon masukannya pak..????? terima kasih sebelumnya…

  138. jerry lakube berkata:

    Asslamualaikum,………
    Maaf pak mnganggu kami mau nanya, kami mau mengadakan lelang jasa konsultan perencanaan 2 paket dengan nilai 98 juta dan 80 juta, kalau jumlah tersebut termasuk dalam seleksi sederhana kah pak dengan prakualifikasi. trus (WAJIB ) kah d umum kan lewat website,…?????? seandainya d umumkan hanya lewat papan pengumuman tidak terbentur dengan aturan kah pak. mohon masukannya pak..????? terima kasih sebelumnya…

  139. Assalamu Alaikum Wr.Wb. Aga kareba Pak ? tabe, iye saya rahman, saya memiliki beberapa lembaga pengkajian yang langsung saya pimpin, mohon izin jika berkenang saya mau mengundang bpk untuk menjadi narasumber di beberapa kegiatan saya di jakarta, di bali dan makassar.adapun materi adalah pengadaan barang dan jasa ( saya temannya juga pak emin dari LKPP ) mohon petunjuk ? tabe nomor hp saya 0811-1833-557. dan kalo tidak keberatan nomor hp bapak yang bisa saya hubungi ? dan alamat email saya lk3p@ymail.com

  140. sman2makale berkata:

    Kisah hidupnya mantaffff pak….salam dari Toraja, Pare-pare – Toraja dekat pak kalau ada waktu jalan-jalan ki ke Toraja untuk memberi pencerahan terkait pengelolaan jardiknas ke sekolah..karena terus terang banyak sekolah penerima konten jardiknas (server uesby) yang belum memanfaatkan dengan baik bahkan mungkin ada yang telah mengubah peruntukannya…hal ini tidak mengherankan mengingat sosialisasi kurang bahkan terkesan buru-buru…jangan sampai niat baik pemerintah untuk mencerdaskan kehidupan bangsa terkendala oleh kurangnya pengelolaan bantuan yang telah diberikan…salam

  141. abdul wahid berkata:

    assmlkm p’ khalid.. smoga tambah sukses selalu. sy wahid mo ikutan gabung di blog bp untuk lebih mmhami dan menggali ilmu pbj sesuai perpres 54/70. sy pns bekerja di kppn tnjungbalai sumatera utara, lulus ujian sertifikasi pbj novermber 2012 yl dan sekarang ditunjuk sebagai pej.pengadaan untuk pek.kontruksi (rehab rumah dinas) < 200 jt. Mhn bantuan bp di pasal mn sy temukan bahwa penetapan penyedia (penunjukkan langsung) paket yg sy laksanakan ini oleh pej.pengadaan?

  142. Aww. Pak Khalid,

    Customer saya organisasi pemerintah, ingin melaksanakan pekerjaan perwatan dan pemeliharaan selama 1 (satu) tahun. PPK ingin mengadakan pekerjaan secara swakelola, namun masih ragu dan agar transparan melakukan sistem pelelangan. Agar dapat optimal, PPK ingin melaksanakan dengan membreakdown scope pekerjaan dari total menjadi uraian bagian per bagian dan setiap bagian diberikan jenis pekerjaan jasa perbaikan dan kuantiti satuan. Sehingga diharapkan para peserta lelang dengan komptensinya dapat memberikan penawaran perunit. Sementara dalam penjelasan hanya akan memberikan informasi pagu pekerjaan selama 1 (satu) tahun. Dan setiap bulan setiap pekerjaan yang akan dilaksanakan (bervariasi tergantung tingkat rutinitas dan munculnya objek atas pemeliharaan / perbaikan). Dan setiap kali akan menerbitkan sejenis SPK bagi penyedia jasa/barang yang memenangkan tender perbaikan dan pemeliharaan ini. Pertanyaan nya adalah apakah baik di Keppres 80?th.2003, Kepres 54/Th. 2010 atau terbaru Keppres 70/Th.2012. Diatur pelelangan seperti ini melalui LPSE ?

  143. muhammad yasin berkata:

    Assalamualaikum pak khalid… perkenalkan saya Yassin produsen ID Card PVC untuk cetak kartu pelajar NISN, jika mungkin suatu saat Bapak membutuhkan referensi cetakan ID Card bisa hubungi saya , atau juiga mohon bisa direkomendasikan ke pihak-pihak yang terkait dengan percetakan id card, insyaallohj kita siap membantu melancarkan urusannya. bisa kontacy saya di 085648004232 / http://www.mawzymultimedia.com. insyaalloh kita berikan yang terbaik. mohon maaf dan terima kasih atas perhatian dan responnya.
    mojon jika ada no kontak person yang bisa berinteraksi dengan kami bisa hub saya..

  144. estridwi berkata:

    apakah penyedia yang tidak memasukkan dokumen penawaran harga pada seleksi dapat memasukan kembali penawarannya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: