Menculik Miyabi (sebuah resensi)

11 Mei 2010

Niat awal untuk ke Planetarium Taman Ismail Marzuki, tapi apa daya tiket pertunjukan terakhir telah habis terjual, maka kaki melangkah ke Studio XXI yang kebetulan berada satu kompleks dengan TIM.

Dari 4 studio dan 4 film yang ada, kebetulan hanya film Menculik Miyabi ini yang belum ditonton. Juga tertarik dengan siaran Apa Kabar Indonesia pagi di TV One beberapa hari yang lalu, yang menampilkan pemeran film ini.

Film Menculik Miyabi langsung dibuka dengan penampilan Maria Ozawa, tokoh yang kontroversial pada film ini dengan penolakan kedatangannya di Indonesia dan fatwa haram yang dikeluarkan. Namun, jangan berharap Maria Ozawa berperan sebagai Miyabi pada film-film vulgar di luar sana. Dari awal hingga akhir film, tidak ada satupun adegan Miyabi bersama dengan berbagai lelaki dalam pose menggoda :)

Miyabi, yang merupakan bintang iklan sebuah produk snack diminta oleh pimpinan tempat dia bekerja untuk mengantarkan hasil undian produk tersebut ke Jakarta. Rencana kedatangannya dimasukkan dalam blog pribadi dan kebetulan dibaca oleh 3 orang penggemarnya, yaitu Kevin, Bimo, dan Aan.

Kevin, adalah seorang pemuda yang “culun” di kampusnya, menyenangi seorang gadis bernama Jessica yang sayangnya sudah berpacaran dengan Mike yang bergaya “preman”.

Baca lanjutannya >>

Iklan

Alangkah Lucunya (negeri ini) – Sebuah Resensi

26 April 2010

Satu lagi film Indonesia berkualitas muncul pada tahun ini. Setelah berbagai film-film sebelumnya, seperti Ayat-Ayat Cinta, Laskar Pelangi, dan lain-lain (tidak termasuk film pocong-pocongan lho yah…), pada bulan April tahun 2010, sebuah film yang mengangkat kondisi nyata anak Indonesia sehari-hari.

Film ini dimulai dengan menggambarkan seorang anak muda, lulusan S1 Managemen yang bernama Muluk.

Muluk, sebagai seorang yang baru saja lulus kuliah, tentu saja berupaya untuk mencari kerja. Dengan berbekal ijazah yang dimiliki serta surat kabar yang memuat berbagai lowongan kerja, dia keluar masuk berbagai perusahaan untuk melamar. Namun, semua lamaran tersebut tidak membuahkan hasil. Malah, di sebuah perusahaan, pengetahuan manajemen yang dimilikinya dinyatakan tidak berguna karena pimpinan perusahaan tersebut sudah mencoba segala jenis manajemen, mulai manajemen China, hingga manajemen Arab namun tidak berhasil menyelamatkan perusahaannya. Juga pada saat melamar di perusahaan lain dan ditawarkan untuk menjadi TKI, sebuah bayangan hukum cambuk TKI di Malaysia segera menghinggapi pikiran Muluk yang langsung ditolak mentah-mentah.

Baca lanjutannya >>


Avatar (Sebuah Resensi)

20 Desember 2009

Kalau mendengar kata “Avatar”, mungkin kita langsung teringat dengan salah satu komik dan kartun yang cukup populer yaitu Aang “The Last Airbender” yang menguasai 4 Elemen.

Namun, Avatar yang dimaksud disini bukanlah Avatar Aang, melainkan sebuah tubuh buatan yang direkayasa secara Genetik untuk suku tertentu di Planet tertentu.

Kebetulan saat libur “long weekend”, jadi saya mencoba untuk sedikit bersantai dan beristirahat. Salah satu target utamanya adalah menonton film. Film yang menjadi target utama adalah Avatar ini dan Sang Pemimpi. Karena film ini adalah film animasi, maka saya tidak tanggung-tanggung menontonnya, yaitu mengambil pemutaran film yang 3 Dimensi, agar efek animasinya lebih jelas.

Latar belakang dari Film ini adalah pada tahun 2154. Pada waktu itu, seluruh sumber daya bumi telah habis terkuras, akibat keserakahan manusia. Untuk menemukan sumber daya alam yang baru, maka manusia melakukan eksplorasi kemana-mana, termasuk ke Planet Pandora, yang merupakan bulan dari Planet Poliphemus, satu dari tiga planet gas yang mengorbit bintang Alpha Centauri A, 4.3 Juta Tahun Cahaya dari Bumi

Penambangan di Planet Pandora dilakukan oleh sebuah perusahaan dan untuk mengamankan pelaksaan penambangan, mereka mempekerjakan tentara bayaran yang berasal dari marinir dengan persenjataan yang amat lengkap. Salah satu mantan marinir yang dipekerjakan adalah Jake Sully, seorang marinir handal yang cacat sewaktu bertempur di bumi, Jake tidak mampu menggunakan kedua kakinya dan harus berjalan dengan bantuan kursi roda.

Baca Entri Selengkapnya >>


Sop Konro Bagi Jiwa (Resensi Buku)

12 Desember 2009

Buku adalah Jendela Dunia, ungkapan ini cukup familiar di telinga kita dan menurut saya memang benar demikian adanya. Hal ini karena dengan aliran-aliran tulisan yang menggambarkan sesuatu dan tertulis di dalam buku akan mampu membawa pembacanya ikut serta mengalami hal-hal yang dituliskan oleh penulisnya.

Buku Sop Konro Bagi Jiwa, seperti paragraf di atas, akan mampu membawa pembacanya menikmati berbagai rasa kehidupan. Mulai manisnya kehidupan, guruh, asin, asam, bahkan pahit, seperti nano-nano.

Mengapa ?

Bagaikan semangkuk Sop Konro, sebuah makanan khas dari Makassar, potongan rusuk sapi atau kerbau diracik dengan campuran bumbu-bumbu alami seperti ketumbar, jintan, sereh, kaloa, bawang merah, bawang putih, dan garam, serta pengolahan secara tradisional akan menghasilkan hidangan khas, eksotik, dan unik dibandingkan sop atau sup lainnya di nusantara, Buku ini juga memiliki karakteristik yang unik serta berbeda dibandingkan dengan buku lainnya.

Baca entry selengkapnya >>


Transformer 2 – Revenge of The Fallen (sebuah resensi)

25 Juni 2009

Akhirnya, salah satu dari beberapa film yang saya tunggu-tunggu keluar juga. Walaupun sudah antri pada jam 2 siang, namun tetap dapat tiket untuk pemutaran jam 21.30, itu juga dapat baris paling ujung kanan. Untung tidak tepat di depan layar. Kasihan juga dengan mereka yang bela-belain beli tiket tapi dapatnya yang di depan layar. Bisa kejang leher tuh :D

Namun, perjuangan untuk bisa mengikuti pemutaran film Transformer 2 di hari pertama pemutarannya tidak sia-sia. Banyak perubahan yang terjadi dibandingkan dengan Transformer 1 dulu, utamanya dari segi animasi, efek gambar, dan suara.

Karakter-karakter lama dan beberapa karakter baru juga diambahkan untuk memperkuat alur cerita, juga kejenakaan BumbleBee dan kebijakan Optimus Prime masih tetap ditampilkan.

Film ini dibuka dengan informasi bahwa sebenarnya pasukan robot telah hadir di Bumi jauh sebelum Allspark datang. Bahkan sudah terjadi peperangan hebat di Bumi antara Prime bersaudara sejak 17.000 tahun sebelum masehi.

Baca entri selengkapnya >>


Laskar Pelangi (Sebuah Resensi)

26 September 2008

Sejak mengetahui bahwa Laskar Pelangi akan dibuat film, maka sejak itu juga saya bertekad untuk menyaksikan filmnya.

Mengapa ?

Karena novel Laskar Pelangi juga merupakan salah satu novel yang paling berkesan bagi saya. Yang menceritakan pendidikan disebuah daerah dengan sangat gamblang, beserta suka duka guru maupun siswanya yang bening bagaikan air.

Hari ini merupakan pemutaran perdana film tersebut serentak di Indonesia (atau cuman Jakarta yah…), dan karena pengalaman dengan pemutaran perdana film-film lainnya, dimana biasanya penuh sesak atau memperoleh tempat duduk barisan depan yang amat sangat tidak nyaman sekali, maka hari ini, untuk pemutaran pukul 16.45, saya sudah antri di Plaza Senayan XXI pukul 10.00 WIB 😀

Akhirnya, malah menjadi pembeli tiket yang pertama 😀

Nah, bagaimana resensi dan kesimpulan saya ?

Silakan klik disini untuk resensi lengkapnya.


Iron Man (Sebuah Resensi)

4 Mei 2008

Akhirnya kesampaian juga untuk istirahat dan menonton film di hari minggu. Biasanya hari seperti ini digunakan juga untuk bekerja.

Bersama 7 orang teman serumah, ramai-ramai menuju ke Studio 21 di Blok M Plaza. Pilihan film yang hendak dinikmati adalah Iron Man, sebuah film yang diangkat dari novel Marvell. Maklum, semua yang nonton adalah orang-orang IT, jadi setelah melihat film yang ada, tidak jauh-jauh dari IT juga 😀

Karena hari minggu, cukup banyak juga yang menonton film ini, dimana kami bertujuh terpaksa menempati jejeran ke 5 dari depan pada sayap kiri layar.

Cerita ini dimulai dari seorang Billiuner yang mewarisi pabrik senjata terbesar di Amerika dari ayahnya, dan juga seorang yang amat jenius, yaitu Tony Stark, yang telah menciptakan sebuah misil penghancur yang luar biasa kuat. Perusahaan ini dijalankan bersama dengan seorang sahabat ayahnya yang bernama Obadiah Stane, yang telah mengabdi pada perusahaan tersebut selama 30 tahun.

Baca entri selengkapnya »